11 Keterampilan Komunikasi Yang Anda Butuhkan Untuk Kesuksesan Karir

Photo of author


Gerakan kecil kebaikan seperti menawarkan pujian, tersenyum.

Dan mengajukan pertanyaan tentang apa yang mereka lakukan akan membantu Anda membangun hubungan yang produktif dengan manajer dan kolega Anda di tempat kerja.

Anda bisa bersikap ramah dengan mengingat detail kecil dan percakapan sebelumnya tentang kehidupan teman dan kolega Anda.

Misalnya, rekan kerja Anda menceritakan tentang hari ulang tahun anak mereka, dan Anda bertanya kepada mereka tentang pesta itu beberapa hari kemudian.

Kemampuan Interpesonal

Keterampilan interpersonal adalah ketika Anda berkomunikasi dengan orang lain.  Anda dapat menggunakan berbagai metode dan saluran untuk komunikasi interpersonal seperti pesan instan, pertemuan tatap muka, panggilan telepon, surat, dan email.

Komunikasi bisa sangat efektif bila Anda mengetahui audiens target Anda dan menggunakan saluran yang tepat.

Misalnya: jika Anda sedang berbicara dengan calon pembeli, lebih baik Anda menelepon mereka atau mengirim email resmi kepada mereka.

Anda harus menggunakan panggilan video dan email di lingkungan tempat kerja jika tugasnya sulit dan rumit.

Komunikasi Nonverbal

Komunikasi nonverbal terdiri dari kontak mata, ekspresi wajah, dan bahasa tubuh. Anda harus memperhatikan isyarat verbal dan non-verbal pembicara saat mendengarkan seseorang.

Faktanya, Anda harus berhati-hati dengan bahasa tubuh Anda sendiri saat berbicara dengan orang lain untuk memastikan bahwa Anda menggunakan isyarat non-verbal yang tepat.

Kepercayaan Diri

Jika Anda mempresentasikan ide dengan percaya diri, maka orang akan mendengarkan Anda. Anda dapat mempresentasikan ide Anda dengan percaya diri dengan berbagai cara seperti menjawab pertanyaan dengan tepat, mempersiapkan dan memoles pikiran Anda, membuka bahu, dan duduk tegak.

Majikan dan perekrut memeriksa komunikasi kandidat yang percaya diri saat wawancara.

Empati

Sikap empatik berarti Anda tidak hanya memahami emosi mereka, tetapi Anda juga dapat merasakan rasa sakit dan apa yang mereka alami.

Perilaku empatik penting dalam pengaturan tatap muka dan tim, dan ini memungkinkan Anda untuk memahami emosi mereka dan merespons dengan tepat.

Misalnya: jika seseorang menunjukkan tanda-tanda frustrasi dan kemarahan, maka peran Anda sebagai teman adalah meredakan emosinya.

Jika seseorang merasa bersemangat dan antusias dengan ide-ide mereka, maka Anda harus menawarkan dukungan untuk ide-ide mereka.

Pikiran Terbuka

Berpikiran terbuka berarti Anda harus memiliki keberanian untuk memberikan masukan yang membangun kepada orang lain, dan menerima umpan balik kritis mereka.


Share

Artikel Terkait

Trending di Manajemen

Terbaru

Tinggalkan komentar

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.