4 Kebocoran Keuangan Yang Bisa Melukai Bisnis

Pernah menghitung kebocoran uang dalam bisnis Anda? Pemilik bisnis yang cerdas mencari cara untuk segera menutup lubang setelah ditemukan. Dengan begitu banyak masalah di atas meja Anda, mudah untuk membiarkan masalah kecil diabaikan.



Masalah tersebut tiba-tiba melompat ke daftar teratas saat krisis muncul. Sekarang Anda sedang beraksi (terutama untuk menghilangkan stres). Dan mungkin, menyalahkan diri sendiri karena tidak melakukan sesuatu sebelumnya sebagai tindakan pencegahan.

Puluhan ribu juta pendapatan yang hilang dapat ditelusuri kembali ke kebocoran uang dalam bisnis Anda dan kurangnya tindak lanjut. Mari kita realistis menghadapi masalah itu; menunda keputusan akan memengaruhi laba Anda dan mengembangkan bisnis Anda.

Memang dibutuhkan uang untuk menghasilkan uang, tetapi tujuan akhir dari bisnis apa pun adalah menghasilkan lebih dari pengeluaran. Jika bisnis Anda menghasilkan penjualan tetapi tidak menghasilkan untung, besar kemungkinan ada kebocoran pada operasional bisnis anda.

Untungnya, Anda tidak perlu merekonstruksi keseluruhan model bisnis Anda — Anda hanya perlu menemukan lubang kas dan melakukan sedikit tambal sulam. Pertama yang harus anda lakukan adalah melihat laporan keuangan Anda:

Dokumen keuangan ini dapat membantu Anda dengan cepat mengidentifikasi area lemah yang perlu diperhatikan. Seperti yang bisa dilakukan oleh tukang ledeng atau mekanik, akan tetapi tidak selalu mudah untuk menemukan kebocoran — bahkan jika Anda tahu kebocoran itu ada di suatu tempat.

Meskipun mungkin perlu kerja keras untuk memangkas pemborosan, mengidentifikasi dan menghilangkan pengeluaran yang tidak perlu akan membantu Anda memperkuat laba dan berada pada posisi yang lebih baik agar Anda disetujui untuk mendapatkan modal pertumbuhan, seperti pinjaman bisnis.

Di bawah ini, kami akan membagikan 4 kebocoran uang umum yang dialami sebagian besar bisnis pada satu waktu atau lainnya — dan (yang lebih penting) adalah cara memperbaikinya.

4 Kebocoran Uang Yang Bisa Menyakiti Laba Anda

1. Iklan yang boros

Meskipun semua publisitas adalah merupakan publisitas yang baik (bisa diperdebatkan), anggaran Anda terbatas. Anda perlu membelanjakan uang pemasaran Anda pada saluran yang menghasilkan ROI tertinggi.

Fokus pada saluran yang dapat Anda lacak. Sulit — dan agak tidak mungkin — untuk mengaitkan pendapatan dengan media periklanan seperti iklan baliho, sponsor konferensi, atau pemasaran influencer.

Terlepas dari berapa banyak uang yang Anda keluarkan untuk iklan ini, Anda tidak akan pernah tahu pasti berapa banyak ROI (Return On Investment) yang mereka hasilkan.

Sebaliknya, pertimbangkan untuk membelanjakan sebagian besar anggaran pemasaran Anda untuk iklan yang dapat dilacak. Sederhana dan mudah untuk mengukur tampilan, klik, tawaran, lalu lintas, dan ROI di saluran berikut:

  • Iklan PPC (bayar per klik).
  • Kampanye email (Email Campaign).
  • Pemasaran media sosial (Social Media Marketing).
  • SEO (pengoptimalan mesin telusur).
  • Pemasaran konten (Content Marketing).

Sekarang, ini bukan berarti Anda tidak boleh menggunakan metode pemasaran tradisional — kami tidak bilang begitu.

Namun, jika anggaran Anda terbatas, sebaiknya fokus pada saluran yang memberikan hasil yang cepat dan jelas. Saluran yang dapat dilacak ini akan memungkinkan Anda untuk menskalakan saluran yang efektif secara efisien atau memotong iklan yang tidak efisien sebelum Anda menghabiskan uang Anda.

2. Perangkat lunak yang tidak digunakan

Baik Anda seorang solopreneur atau mengelola tim yang sedang berkembang, Anda pasti akan mengumpulkan berbagai solusi perangkat lunak.

Halaman Selanjutnya

Tinggalkan komentar

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.