Akhirnya Pemerintah Indonesia Memutuskan PPKM Mikro Bukan PSBB

BELAJAREKONOMI.COM, JAKARTA — Pemerintah Indonesia memutuskan untuk menerapkan Pemberlakukan Pembatasan Kegiatan Masyarakat Berbasis Mikro (PPKM Mikro) dan memperpanjangnya dari 22 Juni hingga 5 Juli di tengah lonjakan penularan COVID-19, kata seorang pejabat, Senin.

Perkantoran yang berada di zona merah diperbolehkan untuk menampung karyawan maksimal 25 persen, dan yang berada di zona lain diizinkan untuk menampung staf maksimal 50 persen, kata Airlangga Hartarto, Ketua Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional. dan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian.

Sesuai aturan, area publik seperti pasar, pusat perbelanjaan, restoran, dan kafe di zona merah diizinkan beroperasi hingga pukul 20.00 dengan pengunjung maksimal 25 persen, sementara sembako, apotek, dan sektor penting dapat beroperasi penuh.

Pusat seni budaya dan tempat ibadah di zona merah ditutup total, sedangkan di zona lain diizinkan beroperasi maksimal 25 persen dari kapasitas pengunjung.

Di tengah kasus yang melonjak, pemerintah sedang berupaya untuk meningkatkan vaksinasi COVID-19, yang bertujuan untuk meningkatkan jumlah vaksinasi harian menjadi 700.000 pada bulan Juni dan 1 juta pada bulan Juli.

ADVERTISEMENT

Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengatakan kapasitas inokulasi vaksin COVID-19 saat ini telah mencapai 716.000 per hari, dan jumlahnya akan meningkat menjadi 1 juta per hari pada awal Juli.

Indonesia menghadapi peningkatan pesat jumlah kasus COVID-19 setelah libur panjang Idul Fitri dengan terdeteksinya “varian baru” yang lebih menular seperti varian Alpha, Beta, dan Delta.

“Saat ini pemerintah sedang memperkuat upaya penyelesaian masalah hulu, dan mencegah masyarakat dari sakit dengan membatasi pergerakan 75-100 persen,” kata Sadikin.

Untuk mengatasi masalah hilir, pemerintah juga menambah stok APD (alat pelindung diri) dan obat-obatan serta menambah kapasitas tempat tidur di sejumlah pusat perawatan COVID-19.

Hartarto mengatakan saat ini tingkat hunian tempat tidur rumah sakit di 87 kabupaten dan kota di 29 provinsi berada di atas 70 persen.

Pemerintah mengimbau masyarakat untuk lebih memperhatikan protokol kesehatan, mengingat beberapa daerah mengalami lonjakan drastis kasus Covid-19.


Share
Trending di Berita

Artikel Terkait

Tinggalkan komentar

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.