Apakah Ekonomi Adalah Ilmu Atau Seni?

Photo of author


Para ekonom mengatakan ekonomi adalah studi tentang kelangkaan. Itu karena sumber daya, seperti pekerja, tanah, dan bahan mentah, jumlahnya terbatas – sementara permintaannya tidak terbatas. Pada dasarnya, kita selalu menginginkan lebih. 

Jadi jawaban buku teks adalah ekonomi adalah sistem untuk mendistribusikan sumber daya yang langka. Dan ketika kita berbicara tentang ‘ekonomi’, maka sering kita bertanya, apakah ekonomi adalah ilmu atau seni? Pertanyaan ini akan dibahas di artikel yang tengah Anda baca. 

Apa Yang Dimaksud Dengan Ekonomi Sebagai Ilmu Dan Seni?

“Apakah Ekonomi itu Ilmu atau Seni?” adalah salah satu pertanyaan yang paling diperdebatkan di antara para ekonom di seluruh dunia. Ada satu golongan ekonom yang menganggap bahwa ilmu ekonomi adalah ilmu sosial.

Karena dasar teori dan konsep yang mendasarinya adalah untuk mengetahui atau menentukan hubungan sebab akibat. Teori telah terbentuk dengan menggunakan berbagai metode ilmiah yang melihat ke dalam perilaku individu, kelompok orang dan organisasi bisnis.

Tidak seperti bidang ilmu lain di mana individu melakukan tes dan eksperimen di laboratorium, para ekonom melakukan tes dan eksperimen ini dengan bantuan model.

Mereka mengamati perilaku individu dan kelompok dan kemudian memproses pengamatan ini menjadi deduksi. Deduksi ini mengarah pada pembangunan teori yang kemudian kita terapkan ke dunia nyata.

Sementara ada bagian lain dari para ekonom yang memiliki pendapat berbeda dan tidak menganut pembenaran di atas. Menurut mereka, Ekonomi adalah seni karena ekonomi atau kekuatan pasarlah yang mengubah berbagai model dan teori menjadi kenyataan.

Manusia menerapkan pengetahuan yang diberikan ekonomi kepada manusia untuk mencapai tujuan ekonomi menggunakan sumber daya yang langka untuk keuntungan terbaik manusia.

Para ekonom mempropagandakan bahwa tidak ada eksperimen bodoh yang mengarah pada pengembangan model ekonomi.

Ekonomi hanya bertindak sebagai panduan dan memberikan arahan kepada individu dan bisnis untuk memaksimalkan kesejahteraan ekonomi mereka.

Baca juga.

Mengapa Kita Harus Memperlakukan Ekonomi Sebagai Ilmu?

Pengumpulan, Klasifikasi, Dan Analisis Sistematis

Ekonomi mikro dan ekonomi makro, keduanya, bergantung pada data dunia nyata untuk pengembangan model dan teori. Manusia mengumpulkan semua data yang diperlukan secara sistematis, mengklasifikasikannya ke dalam kategori yang berbeda dan kemudian menganalisisnya.

Jadi, kami mengikuti pendekatan ilmiah sehubungan dengan pengumpulan dan pengolahan data. Ini menunjukkan bahwa kita harus memperlakukan ekonomi sebagai ilmu.

Membangun Hubungan Sebab Akibat

Model-model dan teori-teori dalam ilmu ekonomi sangat erat kaitannya dengan hubungan sebab-akibat. Ekonomi jelas memberi kita sebab dan akibat untuk setiap aktivitas atau kejadian di pasar. Sebagai contoh, mari kita ambil kasus inflasi.

Ilmu ekonomi dengan jelas membedakan berbagai faktor yang menyebabkan inflasi, dan efek masing-masingnya dalam menciptakan tren inflasi di pasar. Bahkan mereka menyarankan berbagai perubahan dalam pengeluaran dan kebijakan untuk hasil yang diinginkan atas dasar hubungan ini saja.

Asal Dan Penerimaan Berbagai Teori

Teori dan hukum ekonomi mikro dan ekonomi makro, keduanya berasal dari eksperimen dan bukan hanya pemikiran acak. Mereka melewati tes yang ketat dan berkesinambungan untuk memeriksa penerimaan dan relevansi permintaan dalam waktu yang cepat berubah.

Manusia juga menggunakan alat matematika dan statistik untuk sampai pada solusi dan angka spesifik yang dapat diterima secara universal, sama seperti hukum sains lainnya.

Dampaknya mungkin berbeda dari satu negara atau pasar ke negara lain, tetapi teori dasarnya tetap sama di seluruh dunia.

Variasi hasil dapat disebabkan oleh begitu banyak faktor seperti geografis, budaya, fiskal, sosial dan lingkungan yang mungkin berbeda dari satu negara ke negara lain.

Ukuran Umum

Ekonom di seluruh dunia setuju pada ukuran umum nilai ekonomi- Uang. Mereka mempelajari variabel-variabel ekonomi dalam suatu perekonomian, interaksinya satu sama lain dan dampaknya terhadap para pelaku ekonomi – semuanya dalam istilah moneter.

Oleh karena itu, kita dapat menetapkan nilai tertentu untuk segala sesuatu dalam ekonomi, seperti halnya dalam sains.

Baca juga.

Mengapa Kita Harus Memperlakukan Ekonomi Sebagai Seni?

Batasan Eksperimen Dan Tes

Ekonom melakukan banyak percobaan dan pengujian di laboratorium untuk membuktikan bahwa teori mereka benar. Kemudian mereka sampai pada solusi konklusif dalam sains.

Sayangnya, hal ini tidak mungkin dalam ilmu ekonomi. Teori dan hukum sering mengandalkan data historis. Namun data itu mungkin tidak memiliki validitas yang sah di masa sekarang atau masa depan. Di luar elemen ekonomi yang tidak diketahui terus berubah dan berkembang di lingkungan.

Selain itu, ekonomi lebih bersifat people-centric dan sangat dipengaruhi oleh penilaian kualitatif dan emosional para partisipannya.


Share

Artikel Terkait

Trending di Ilmu Ekonomi

Terbaru

Tinggalkan komentar

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.