Apa Itu Aset Dan Jenis Aset

ASET adalah segala sesuatu yang bernilai moneter yang dimiliki oleh seseorang atau bisnis. Aset diklasifikasikan sebagai modal / tetap, lancar, berwujud atau tidak berwujud dan dinyatakan dalam nilai tunai pada laporan keuangan.

Apa itu Aset?

Aset adalah sumber daya dengan nilai ekonomi yang dimiliki atau dikendalikan oleh individu, korporasi, atau negara dengan harapan akan memberikan manfaat di masa depan. Aset dilaporkan pada neraca perusahaan dan dibeli atau diciptakan untuk meningkatkan nilai perusahaan atau menguntungkan operasi perusahaan.

Aset dapat dianggap sebagai sesuatu yang, di masa depan, dapat menghasilkan arus kas, mengurangi biaya, atau meningkatkan penjualan, terlepas dari apakah itu peralatan manufaktur atau paten.

Apa Jenis Aset?

Aset adalah sumber daya yang dimiliki atau dikendalikan oleh individu, perusahaan, atau pemerintah dengan harapan akan menghasilkan arus kas masa depan.

Jenis aset umum meliputi: aset lancar, tidak lancar, fisik, tidak berwujud, operasional, dan non-operasional.

Mengidentifikasi dan mengklasifikasikan jenis-jenis aset dengan benar sangat penting untuk kelangsungan hidup sebuah perusahaan, khususnya solvabilitasnya dan risiko yang terkait.

International Financial Reporting Standards (IFRS) mendefinisikan aset sebagai berikut: “Aset adalah sumber daya yang dikendalikan oleh perusahaan sebagai akibat dari peristiwa masa lalu dan dari mana manfaat ekonomi di masa depan diharapkan mengalir ke perusahaan.”

Contoh aset meliputi:

  • Kas dan setara kas.
  • Inventaris.
  • Investasi.
  • APD (Properti, Pabrik, dan Peralatan).
  • Kendaraan.
  • Mebel.
  • Paten (aset tidak berwujud).
  • Saham.

Properti Aset

Ada tiga sifat utama dari suatu aset:

  • Kepemilikan: Aset mewakili kepemilikan yang pada akhirnya dapat diubah menjadi uang tunai dan setara kas.
  • Nilai Ekonomi: Aset memiliki nilai ekonomi dan dapat ditukar atau dijual.
  • Sumberdaya: Aset adalah sumber daya yang dapat digunakan untuk menghasilkan manfaat ekonomi di masa depan.

Klasifikasi Aset

Aset umumnya diklasifikasikan dalam tiga cara:

  • Konversi: mengklasifikasikan aset berdasarkan betapa mudahnya mengubahnya menjadi uang tunai.
  • Aset Fisik: Mengklasifikasikan aset berdasarkan keberadaan fisiknya (dengan kata lain, aset berwujud vs tidak berwujud).
  • Penggunaan: Mengklasifikasikan aset berdasarkan penggunaan / tujuan operasi bisnis mereka.

Jenis-Jenis Aset – Diagram dan Perincian

Jenis Aset
Jenis Aset

Klasifikasi Aset: Konversi

Jika aset diklasifikasikan berdasarkan konvertibilitasnya menjadi uang tunai, aset diklasifikasikan sebagai aset lancar atau aset tetap . Ekspresi alternatif dari konsep ini adalah aset jangka pendek vs jangka panjang.

1. Aset Lancar

Aset lancar adalah aset yang dapat dengan mudah dikonversi menjadi uang tunai dan setara kas (biasanya dalam satu tahun). Aset lancar juga disebut aset likuid dan contohnya adalah:

  • Tunai.
  • Setara kas.
  • Setoran jangka pendek.
  • Saham.
  • Surat berharga.
  • Peralatan Kantor.

2. Aset Tetap atau Tidak Lancar

Aset tidak lancar adalah aset yang tidak mudah dan mudah dikonversi menjadi uang tunai dan setara kas. Aset tidak lancar juga disebut aset tetap, aset jangka panjang, atau aset keras. Contoh aset tidak lancar atau tetap meliputi:

  • Tanah.
  • Bangunan.
  • Mesin.
  • Peralatan.
  • Paten.
  • Merek Dagang.

Klasifikasi Aset: Fisik

Jika aset diklasifikasikan berdasarkan keberadaan fisiknya, aset tersebut diklasifikasikan sebagai aset berwujud atau aset tidak berwujud .

1. Aset Berwujud (Tangible)

Aset berwujud adalah aset yang memiliki keberadaan fisik (kita dapat menyentuh, merasakan, dan melihatnya). Contoh aset berwujud meliputi:

  • Tanah.
  • Bangunan.
  • Mesin.
  • Peralatan.
  • Tunai.
  • Peralatan Kantor.
  • Saham.
  • Surat berharga.

2. Aset Tak Berwujud (Intangible)

Aset tidak berwujud adalah aset yang tidak memiliki keberadaan fisik. Contoh aset tidak berwujud meliputi:

  • Goodwill.
  • Paten.
  • Merek.
  • Hak cipta.
  • Merek Dagang.
  • Rahasia Dagang (Trade Secrets).
  • Izin.
  • Kekayaan intelektual perusahaan.

Klasifikasi Aset: Penggunaan

Jika aset diklasifikasikan berdasarkan penggunaan atau tujuannya, aset tersebut diklasifikasikan sebagai aset operasional atau aset non-operasional.

1. Aset Operasional

Aset operasional adalah aset yang diperlukan dalam operasi bisnis sehari-hari. Dengan kata lain, aset operasional digunakan untuk menghasilkan pendapatan dari kegiatan bisnis inti perusahaan. Contoh aset operasional meliputi:

  • Tunai.
  • Saham.
  • Bangunan.
  • Mesin.
  • Peralatan.
  • Paten.
  • Hak cipta.
  • Goodwill.

2. Aset Non-Operasional:

Aset non-operasional adalah aset yang tidak diperlukan untuk operasi bisnis sehari-hari tetapi masih dapat menghasilkan pendapatan. Contoh aset non-operasional meliputi:

  • Investasi jangka pendek.
  • Surat berharga.
  • Tanah kosong.
  • Penghasilan bunga dari deposito tetap.

Pentingnya Klasifikasi Aset

Mengklasifikasikan aset penting untuk bisnis. Misalnya, memahami aset mana yang merupakan aset lancar dan mana aset tetap penting dalam memahami modal kerja bersih perusahaan.

Dalam skenario perusahaan di industri berisiko tinggi, memahami aset mana yang berwujud dan tidak berwujud membantu menilai solvabilitas dan risikonya.

Menentukan aset mana yang merupakan aset operasional dan aset mana yang merupakan aset non-operasional penting untuk memahami kontribusi pendapatan dari masing-masing aset, serta dalam menentukan berapa persentase pendapatan perusahaan yang berasal dari kegiatan bisnis utamanya.

Tinggalkan komentar

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.