Apa Itu Bank Run (Rush Money)?

1. Tutup aktivitas. Bank dapat memilih untuk menutup aktivitas dalam jangka waktu tertentu jika mereka dihadapkan dengan ancaman bank run. Ini mencegah orang berbaris untuk menarik uang mereka. Franklin D. Roosevelt melakukan tindakan ini pada tahun 1933 setelah ia menjabat. Dia menyatakan hari libur bank, dan menyerukan inspeksi untuk memastikan solvabilitas bank sehingga mereka dapat terus beroperasi.

2. Pinjam. Bank dapat meminjam dari lembaga lain jika mereka tidak memiliki cadangan kas yang cukup. Pinjaman besar dapat menyelamatkan mereka dari kebangkrutan.

ADVERTISEMENT

3. Mengasuransikan simpanan. Ketika orang tahu bahwa simpanan mereka diasuransikan oleh pemerintah, ketakutan mereka umumnya berkurang. Ini telah menjadi kasus sejak pemerintah mendirikan LPS.

Penjelasan: Bank-bank sentral biasanya bertindak sebagai jalan terakhir untuk memberikan pinjaman kepada masing-masing bank selama krisis seperti bank run.

Contoh Bank Runs

1. Karena mata uang

Currency mismatch saat korporasi melakukan pinjaman yang terjadi pada 1997-1998. Dimana saat itu korporasi meminjam dolar untuk proyek mereka dan keuntungannya dalam mata uang rupiah, namun saat rupiah anjlok, korporasi menjadi bangkrut.

Karena keuntungan dalam bentuk rupiah yang mereka dapatkan jauh dibawah biaya modal yang mereka keluarkan dalam bentuk dolar.

Akhirnya korporasi gagal bayar hutang kepada bank, karena mereka meminjam ke bank, dan otomatis perbankan juga bangkrut.

Kebangkrutan bank dikarenakan kegagalan atau tunggakan korporasi diikuti oleh serentetan bank run di seluruh negeri. Puncaknya adalah krisis moneter.

2. Karena rumor

Urusan bank run ini memiliki efek domino, apabila muncul isu tentang satu bank tertentu mengalami gagal bayar, cukup menjadi alasan munculnya ketakutan nasabah pada bank tersebut.

ADVERTISEMENT

Ketakutan itulah yang memotivasi nasabah berbondong-bondong menarik seluruh uang mereka bersamaan. Sebagai contoh, satu kegagalan bank di Nashville Amerika menyebabkan sejumlah bank run di seluruh kawasan tenggara negeri paman sam itu.

Bank run juga dapat dipicu oleh rumor, contohnya Bank run selama Depresi Ekonomi terjadi karena rumor yang dimulai oleh seorang nasabah yang ingin menjual saham miliknya.

Pada Desember tahun 1930, seorang warga New York yang dinasehati oleh Bank di Amerika Serikat untuk tidak menjual saham tertentu kemudian ia memberitahu orang-orang bahwa bank tidak mau atau tidak mampu membeli sahamnya.

Perkataannya itu ditafsirkan publik sebagai tanda kebangkrutan, akhirnya para nasabah bank berbaris dalam jumlah ribuan dan, hanya dalam waktu beberapa jam saja, menarik lebih dari $ 2 juta dari bank itu.

ADVERTISEMENT


Share

Tinggalkan komentar

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.