Pengertian Biaya Overhead Beserta Jenis Dan Rumus Menghitungnya

BIAYA OVERHEAD merupakan cara bagus untuk memantau kemana uang anda dihabiskan untuk keperluan usaha demi meraih laba. Untuk lebih jelasnya mari baca pengertian biaya overhead, contoh, jenis dan cara menghitungnya.

Secara sederhana, overhead adalah biaya untuk menjaga bisnis Anda tetap bertahan. Overhead adalah ringkasan dari biaya yang Anda bayarkan agar perusahaan Anda tetap berjalan, dan muncul di laporan laba rugi bulanan Anda.

Ketika Anda melacak dan mengelompokkan biaya overhead Anda, Anda dapat merencanakan pengeluaran, mendapatkan gambaran akurat tentang margin keuntungan Anda, dan menemukan cara baru untuk menghemat uang bisnis Anda.

Pengertian apa itu biaya overhead?

Overhead adalah apa yang Anda bayar untuk menjaga bisnis Anda dalam tetap berjalan. Namun, biaya overhead tidak termasuk apa yang Anda belanjakan untuk memproduksi barang atau menyediakan layanan, seperti bahan baku dan tenaga kerja langsung. Kalau pengeluaran jenis ini disebut HPP (harga pokok penjualan) dan Biaya Layanan (BL).

Ketika Anda membeli bahan untuk brownis di toko kue Anda, biaya itu sudah termasuk dalam HPP. Ketika Anda membayar asuransi untuk pengiriman kue Anda, maka itu termasuk BL. Kedua biaya ini berhubungan langsung dengan bisnis Anda — yaitu Anda dikenakan biaya dalam proses menghasilkan uang.

Namun, sewa toko roti, asuransi bisnis, biaya untuk menyewa seorang akuntan, biaya administrasi yang lebih beragam — maka semua ini adalah biaya overhead. Biaya-biaya ini tidak terkait langsung dengan cara toko kue Anda menghasilkan uang, tetapi mereka tetap membuat bisnis Anda berjalan.

Overhead vs. biaya operasional

Ketika datang untuk mengelompokkan cara Anda menghabiskan uang untuk bisnis anda, ada perbedaan penting antara biaya overhead dan biaya operasional .

Walaupun overhead mencakup semua yang diperlukan untuk tetap dalam bisnis, biaya operasional mencakup overhead dan COGS / COS. Pengeluaran operasional adalah kategori yang luas, mencakup semua yang Anda habiskan dalam menjalankan bisnis Anda. Dengan kata lain, overhead adalah jenis biaya operasi.

Overhead vs. A&U

Administrasi & Umum

Pengeluaran A&U (administrasi & umum) adalah pengeluaran yang berlaku untuk seluruh perusahaan, dan tidak serta merta berkaitan dengan aktivitas bisnis yang penting, yakni produk atau layanan yang diciptakan bisnis.

Misalnya, bisnis anda mungkin memiliki asuransi kewajiban umum, izin bisnis, karyawan SDM, perlengkapan kantor, biaya akuntansi dan hukum, biaya bank, dll. Bisnis tetap harus membayar biaya tidak langsung ini walaupun saat bisnis anda sedang tidak mengerjakan proyek apapun, contohnya seperti masa pandemi covid ini.

Biaya overhead

Sedangkan biaya overhead terkait langsung dengan produk atau layanan yang dihasilkan bisnis, tetapi tidak untuk satu proyek tertentu saja.

Misalnya, perusahaan konstruksi mungkin memiliki manajer yang mengawasi semua proyek yang sedang dikerjakan perusahaan. Gajinya akan mahal. Secara teoritis, jika perusahaan tidak memiliki proyek dalam pekerjaan, mereka dapat membiarkannya pergi dan tidak mengeluarkan biaya.

Biaya overhead tetap, variabel, dan semi-variabel

Ada tiga jenis overhead: biaya tetap, biaya variabel, atau biaya semi-variabel.

Overhead tetap

Sewa toko kue Anda adalah jumlah yang sama setiap bulan. Tidak peduli bagaimana kinerja bisnis Anda, atau kekuatan pasar macam apa yang sedang berjalan, Anda akan membayar jumlah yang sama untuk sewa toko setiap bulannya.

Sewa adalah contoh overhead tetap. Fixed overhead termasuk:

  • Pajak properti
  • Asuransi bisnis
  • Bunga atas pembayaran hipotek
  • Layanan kebersihan rutin
  • Hosting web
  • Layanan pembukuan
  • Sewa kotak pos
  • Paket telepon

Overhead variabel

Biaya overhead variabel adalah biaya yang berubah tergantung aktivtas bisnis anda. Misalnya jika toko anda menggunakan oven gas untuk membuat kue, maka Anda kemungkinan menggunakan jumlah gas yang berbeda setiap bulan — biaya untuk gas berfluktuasi tergantung pada seberapa banyak Anda perlu memanggang. Itu berarti, dari bulan ke bulan, tagihan gas Anda berbeda.

Tagihan gas adalah salah satu contoh overhead variabel. Contoh lain dari overhead variabel termasuk:

  • Listrik
  • air
  • Pemeliharaan kendaraan
  • Perbaikan gedung atau peralatan
  • Mempekerjakan staf pendukung musiman
  • Acara staf

Overhead semi-variabel

Adapun biaya overhead semi-variabel mencakup skenario di mana biaya yang berada di antara variabel dan overhead tetap.

Misalnya, anda memiliki sebuah hotel dimana sebagai pemilik anda memberi gaji dan uang servis kepada para pegawai. Gaji termasuk pada biaya tetap sedangkan servis termasuk biaya overhead semi-variable karena nomonialnya bisa berubah-rubah tergantung jumlah penjualan kamar (occupancy). Tentu semakin tinggi penjualan kamar, semakin tinggi pula uang servis anda berikan kepada karyawan, jika penjualan kamar rendah maka servis lebih rendah.

Itu adalah contoh overhead semi-variabel. Anggap biaya dibagi menjadi dua bagian: biaya tetap overhead (adalaah servis yakni pendapatan non-upah yang rutin anda keluarkan) dan biaya overhead variabel (biaya tergantung seberapa banyak occupancy).

Jenis-jenis pengeluaran semi-variabel meliputi:

  • Bonus staf — diberikan pada waktu yang berbeda setiap tahun, seperti musim sibuk (high-season), atau menjelang akhir tahun
  • Layanan kebersihan — selain tugas rutin mereka, Anda mungkin harus menyewa pembersih untuk kekacauan tambahan

Bacaan lebih lanjut: Biaya Tetap vs Biaya Variabel.

Cara mengelompokkan biaya overhead

Apa pun solusi pembukuan yang Anda gunakan, Anda harus memastikan biaya overhead tercatat. Dengan begitu, Anda menyimpan catatan bisnis yang akurat, menghasilkan laporan keuangan yang akurat, sehingga dapat memonitor ke mana uang Anda pergi.

Overhead bersifat umum, atau termasuk dalam kategori tertentu. Overhead umum mempengaruhi seluruh bisnis — sewa adalah contoh yang baik dari jenis overhead umum.

Kategori overhead spesifik berlaku untuk bagian spesifik perusahaan Anda. Misalnya, beberapa overhead Anda secara tidak langsung terhubung dengan pembuatan produk Anda — seperti biaya peralatan dapur. Overhead spesifik lainnya adalah hasil dari tugas-tugas back office — seperti akuntansi, penggajian, dan administrasi bisnis umum.

Kategori persis yang Anda gunakan untuk overhead Anda akan tergantung pada bisnis Anda; untuk mengetahui mana yang sesuai dengan kebutuhan bisnis Anda, taruhan terbaik Anda adalah mengobrol dengan pemegang buku .

Namun, kategori overhead yang paling umum meliputi:

  • Selling overhead: biaya pemasaran bisnis Anda (mis. Iklan online, signage, dan biaya agensi)
  • Administrasi overhead: berapa banyak biaya yang Anda keluarkan untuk menjalankan back office Anda (misalnya, pembukuan, akuntansi, penggajian, penjadwalan, dan sumber daya manusia)
  • Overhead penelitian: biaya penelitian produk atau pasar baru (misalnya, biaya konsultan, prototipe, penelitian, dan lainnya)
  • Biaya overhead transportasi: biaya perjalanan yang tidak terkait langsung dengan produk atau layanan Anda (mis. Jarak tempuh bahan bakar untuk pergi kerja)
  • Overhead manufaktur: biaya menjalankan fasilitas manufaktur Anda, seperti sewa, layanan kebersihan, dan pemeliharaan peralatan

Cara menghitung biaya overhead

Tingkat overhead Anda adalah berapa banyak uang yang Anda habiskan untuk overhead dibandingkan dengan berapa banyak pendapatan yang Anda hasilkan. Misalnya, Anda mungkin memiliki tingkat overhead 14% —berarti bahwa, untuk setiap rupiah yang digunakan bisnis Anda, Anda membayar overhead Rp 0,14.

Mengapa repot menghitung tarif overhead?

Katakanlah Anda mengelola depot jus. Anda sudah tahu bahwa untuk setiap gelas jus seharga Rp 10.000 yang Anda jual, Anda menghabiskan Rp 6.000 untuk bahan dan tenaga kerja.

Dengan begitu anda merasa bahwa setiap gelas jus anda telah memperoleh penghasilan Rp 4.000 untuk setiap gelas yang terjual.

Tetapi anda melupakan pengeluaran yang lain seperti biaya listrik (untuk menjalankan juicer Anda), atau tarif bulanan untuk sewa tempat. Kedua pengeluaran itu adalah bagian dari overhead. Dan jika kedua pengeluaran itu juga dimasukan sebagai biaya overhead maka laba anda bukan Rp 4.000 melainkan lebih rendah dari itu.

Rumus untuk biaya overhead

Untungnya, biaya overhead cukup mudah untuk dihitung. Rumus berikut ini bisa digunakan menghitung biaya overhead:

Biaya / Penjualan Overhead = Nilai Overhead

Agar formula berfungsi, Anda perlu menggunakan angka dari satu periode, seperti satu bulan.

Jika Anda menghasilkan Rp 1.000.000 dalam penjualan di bulan biasa dan Anda menghabiskan Rp 400.000 untuk overhead, maka menghitung overhead adalah sebagai berikut:

400.000 / 1.000.000 = 0,4

Biaya overhead Anda adalah 4%.

Menemukan overhead dan penjualan rata-rata Anda

Jika Anda membuka toko jus sepanjang tahun, katakanlah penjualan anda menurun pada bulan November dibandingkan bulan Mei.

Dan, karena beberapa overhead Anda adalah variabel dan semi-variabel — seperti tagihan listrik — biaya overhead Anda juga akan bervariasi.

Ini adalah saat catatan keuangan komprehensif berguna. Melihat biaya overhead dan angka penjualan sebelumnya untuk periode yang ditentukan — katakanlah, tahun keuangan sebelumnya — Anda dapat menghitung rata-rata penjualan dan overhead per bulan.

Dalam contoh ini, Anda akan menambahkan semua angka penjualan untuk depot jus tahun sebelumnya, dan bagi angka itu dengan 12 (selama 12 bulan). Kemudian, lakukan hal yang sama untuk overhead.

Saat Anda menyambungkan angka-angka ini ke formula biaya overhead, Anda akan mendapatkan gambaran yang cukup akurat tentang berapa banyak yang Anda belanjakan untuk overhead, dibandingkan dengan berapa banyak yang Anda hasilkan.

Semakin besar periode waktu yang Anda gunakan untuk menghitung rata-rata, semakin tinggi tingkat overhead rata-rata Anda.

Itulah seluruh informasi pengertian dari biaya overhead, dan contoh dan jenis biaya overhead beserta rumus untuk menghitungnya. Semoga bermanfaat dan jangan lupa beritahukan kepada keluarga, saudara, teman dan siapapun tentang posting ini siapa tahun mereka membutuhkan informasi ini dan sampai jumpa lagi di posting-posting seputar Ekonomi berikutnya di masa datang.

Tinggalkan komentar

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.