Apa Itu Business To Business (B2B): Pengertian, Jenis, Kelebihan & Kekurangan

B2B adalah singkatan dari Business To Business atau dalam bahasa Indonesia adalah Bisnis Ke Bisnis, mengacu pada transaksi dan interaksi antara dua atau lebih bisnis / perusahaan, bukan transaksi bisnis dengan konsumen seperti dalam B2C.

Transaksi B2B sesuai dengan penjualan dan perolehan informasi, produk dan / atau layanan. Untuk lebih jelasnya langsung kita pelajari pengertian, jenis, kelebhan dan kekurangan beserta contoh dari B2B. Silahkan dimulai.

Pengertian Apa itu Business to Business (B2B) Adalah?

Business to business atau B2B adalah model bisnis dimana sebuah perusahaan menjual produk dan layanannya kepada perusahaan lain untuk diproses lebih lanjut dan kemudian menjualnya kembali. Dengan kata sederhana, satu perusahaan menjual produk / jasanya ke perusahaan lain.

Alasan B2B berbeda dengan Business To Consumer (B2C), karena dalam B2C perusahaan menjual produk / jasanya langsung ke pelanggan yang menjadi konsumen.

Karakteristik Dari Business To Business (B2B)

1. Banyak Pembuat Keputusan Ganda

Karena Business To Business (B2B) biasanya terjadi dalam rantai pasokan, di mana satu perusahaan memasok produk dan layanan ke perusahaan lain. Hubungan antar perusahaan cenderung berlangsung selama bertahun-tahun. Oleh karena itu, perusahaan di B2B tidak mengambil keputusan secara tergesa-gesa. Mereka mengikuti protokol standar dan dokumentasi yang tepat, kunjungan, evaluasi, dan inspeksi produk, negosiasi, dan penandatanganan kontrak.

Ketika semua orang setuju seperti petugas survei, petugas evaluasi dan inspeksi, dan manajemen menyetujui daftar yang bersangkutan, maka kedua perusahaan menandatangani kontrak jual-beli.

2. Siklus Keputusan Penjualan / Pembelian Yang Lebih Lama

Seperti yang kita ketahui bahwa ada banyak pengambil keputusan yang terlibat dalam B2B, dan masing-masing harus menjalankan tugasnya. Terkadang dibutuhkan waktu berbulan-bulan dan bertahun-tahun untuk menyelesaikan kesepakatan antara dua perusahaan dalam B2B.

3. Diskon Khusus Pelanggan

Karena sifat hubungan antara B2B atau Business To Business (Bisnis Ke Bisnis) adalah jangka panjang, dan begitu banyak pemangku kepentingan yang terlibat. Perusahaan ingin hubungan B2B berlangsung dalam jangka waktu lama karena itu baik untuk keduanya. Oleh karena itu, mereka memberikan diskon dan tarif khusus kepada pelanggan bisnis mereka.

4. Tidak Ada Konflik dengan Saluran Penjualan Langsung

Ketika kita berbicara tentang penjualan langsung ke pelanggan atau tipe B2C, maka itu melibatkan banyak masalah. Hubungan antara bisnis dan pelanggan terbatas, jangka pendek, dan tidak pasti. Jika pelanggan tidak menyukai produk, harga, atau warna, maka dia akan pindah ke toko. Hubungan B2B bebas dari konflik semacam itu.

ADVERTISEMENT

5. Pasar Internasional

B2B tidak terbatas pada garis batas geografis. Perusahaan menjalankan bisnis secara global, baik secara fisik maupun digital. Minyak dan gas adalah contoh yang sangat bagus bisnis B2B. Bagaimana pemerintah dan perusahaan bekerja satu sama lain.

Perbedaan B2B Dan B2C

Business to customer (B2C) adalah pola pemasaran dimana perusahaan secara langsung menjual produk dan layanan mereka ke konsumen akhir.

Jika di B2B, perusahaan menjual produk / layanan mereka ke perusahaan lain untuk diproses lebih lanjut dan kemudian dijual kembali.

Jadi alurnya adalah pelanggan mengonsumsi produk di B2C, dan si pelanggan mengonsumsi, atau bahkan menambah nilai produk, dan menjual kembali produk / layanan di B2B.

Baca juga Apa itu Business To Consumer (B2C)?.

Jenis Model B2B

Ada banyak jenis bisnis yang menggunakan model B2B seperti penyediaan manajemen sumber daya manusia, penggajian gaji, pajak, perusahaan konstruksi, penelitian dan pengembangan, pemasaran, pusat panggilan (call center), periklanan, pengembangan web, dan desain. Anda dapat menemukan bisnis lain yang menggunakan B2B eCommerce dan kategori produk atau layanan apa yang mereka tangani melalui internet. Berikut adalah beberapa jenis B2B berikut;

1. Model Berfokus pada Pelanggan (Customer-Centric Model)

Model yang berpusat pada pelanggan adalah di mana perusahaan lebih memilih untuk membangun hubungan jangka panjang yang menguntungkan dengan pelanggan bahkan prioritas setelah penjualan terjadi. Nilai pelanggan tetap sama; dan tidak berubah setelah pelanggan usai melakukan transaksi. Ketika pelanggan menjadi fokus utama bisnis, maka mereka akan memiliki pengaruh besar terhadap branding dan operasi perusahaan yang lain.

Amazon adalah dua contoh utama bisnis e-niaga, dan mereka mengikuti model yang berpusat pada pelanggan. Mereka membutuhkan waktu bertahun-tahun untuk mengembangkan hubungan yang andal dan dapat dipercaya dengan pelanggan mereka, dan mereka juga setia pada merek mereka.

2. Model Terpusat Pembeli (Buyer Centric Model)

Model byer centric atau terpusat pada pembeli ini adalah jenis model di mana perusahaan yang berbeda menetapkan harga pembelian yang lebih tinggi untuk pembeli. Kemudian pemasar dan penjual dari perusahaan yang berbeda mendekati pembeli dengan penawaran dan paket yang berbeda, dan mereka menjanjikan bahwa penawaran mereka akan melayani mereka dengan lebih baik. Pada akhirnya, pembeli akan membandingkan semua penawaran dan penawaran, dan memilih salah satu penawaran yang paling relevan dengan anggarannya.


Share
Trending di Pemasaran

Artikel Terkait

Tinggalkan komentar

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.