Pengertian Buyback Saham, Contoh Dan Keuntungan Bagi Pemegang Saham

Buyback saham atau pembelian kembali saham merupakan salah satu cara yang harus dilakukan perusahaan untuk membayar pemegang saham.

Buyback terdiri dari membeli satu paket sahamnya sendiri, biasanya di bursa saham, dan melakukan amortisasi (menghilangkannya) dengan tujuan menaikkan harga saham perusahaan yang tersisa.

ADVERTISEMENT

Apa yang dimaksud dengan buyback saham atau pembelian kembali saham?

Buyback atau pembelian kembali saham adalah tindakan di mana perusahaan membeli sahamnya sendiri dan mengamortisasi atau menghilangkannya.

Karena semakin sedikit saham perusahaan yang beredar, partisipasi setiap pemegang saham di dalamnya meningkat.

Jadi jika Anda bertanya-tanya apa itu buyback (pembelian kembali saham), adalah proses di mana perusahaan membeli kembali sahamnya sendiri dari pemegang sahamnya.

Dengan cara ini, perusahaan yang sebelumnya telah menerbitkan saham membeli kembali sahamnya dari pemegang sahamnya dan mengukuhkan kembali bagian kepemilikan yang sebelumnya dimiliki beberapa investor.

Contoh buyback

Misalkan perusahaan ABCD sebagai emiten menerbitkan IPO, kemudian sahamnya laku terjual dengan harga tertentu dan dimilliki oleh perusahaan EFGH sebagai pemegang saham. Di masa datang, perusahaan ABCD melakukan buyback saham yang sebelumnya dibeli oleh EFGH.

Misalnya, jika sebuah perusahaan memiliki 100 saham beredar dan pemegang saham memiliki 20 saham, maka pemegang saham presentasi dari poris kepemilikannya akan perusahaan adalah 20 persen (20/100 = 20%).

ADVERTISEMENT

Jika perusahaan membeli kembali 20 saham itu dan menebusnya, dan 80 saham sisanya akan tetap beredar. Partisipasi pemegang saham akan menjadi 25 persen dari perusahaan (20/80 = 25%).

Sebuah perusahaan dapat melakukan buyback karena berbagai alasan.

Beberapa di antara alasan perusahaan buyback bisa berupa konsolidasi kepemilikan, meningkatkan keuangan perusahaan atau undervaluation. 

Manfaat buyback

– Ketika sebuah perusahaan membeli kembali saham, proses tersebut dapat membuatnya terlihat lebih sehat sehingga menarik investor.

ADVERTISEMENT

– Bagi banyak perusahaan, jawaban atas pertanyaan tentang apa arti pembelian kembali saham adalah bahwa hal itu menghindari kemungkinan akuisisi atau pengambilalihan oleh pihak lain.

– Beberapa perusahaan memilih untuk membeli kembali saham sehingga nilai ekuitasnya kembali.

– Banyak perusahaan menawarkan opsi saham kepada karyawannya. Perusahaan semacam itu memilih untuk membeli kembali saham untuk memastikan bahwa tingkat saham beredar dipertahankan.

Keuntungan buyback bagi pemegang saham?

Keuntungan utama yang di dapati perusahaan yang melakukan buyback adalah menaikkan harga saham.

Dengan saham yang lebih sedikit, jika perusahaan itu bernilai sama, setiap saham akan lebih mahal. Misalnya, jika sebuah perusahaan memiliki nilai pasar Rp 10.000.000 dan memiliki 1000 saham beredar, setiap saham akan memiliki harga Rp 10.000.

Jika 200 saham dibeli kembali dan ditebus, 800 saham akan tetap dengan harga masing-masing Rp 12.500, 25 persen lebih mahal.

Selain itu, pembelian kembali saham tersebut menyebabkan peningkatan laba per saham (Earning Per Share/EPS).

Misalnya, jika perusahaan memiliki keuntungan Rp 1.000.000 dan 100 saham diterbitkan, EPS akan menjadi Rp 10.000 (1.000.000 / 100 saham).

Jika perusahaan membeli kembali 20 saham dan menebusnya, EPS meningkat menjadi Rp 12.500 (Rp 1.000.000 / 80 saham). Dengan kata lain, pemegang saham memiliki hak untuk berpartisipasi lebih besar dalam keuntungan perusahaan, yang merupakan stimulus bagi harga saham, jika prospek keuntungan di masa depan positif.

Sambung ke halaman 2.


Share

Tinggalkan komentar

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.