Cara Jitu Stop Membuang-Buang Uang

Ayo diakui saja, bahwa kita semua membuang-buang uang sesekali bahkan seringkali.

Baca kisah saya sebagai contoh:

Dulu ketika saya masih Kuliah, saya membeli sebuah mobil setelah menabung dari pekerjaan paruh waktu dan kerja sampingan. Memiliki mobil memberi saya kebebasan yang belum pernah saya miliki sebelumnya.

Salah satu hal yang saya lakukan dengan kebebasan ini adalah saya membeli banyak makanan fast food (cepat saji). Jujur saja saya jarang mengkonsumsi makanan cepat saji ketika saya masih kecil, jadi ketika itu saya sedikit berlebihan.

Saya mulai pergi ke Kentucky, A&W, McDonald’s, Wendy’s, apa saja. Saya makan di luar setidaknya seminggu sekali atau dua kali.

Bagian terburuk dari semua ini? Saya bahkan tidak bekerja lagi, jadi semua biaya makan di restaurant cepat saji itu saya ambil dari tabungan saya.

Pesan moral dalam cerita:

Saya mungkin menghabiskan lebih dari Rp 10.000.000,00 selama setahun hanya untuk burger ayam, kentang, coke dan big mac.

Ini tidak sehat untuk saya dan juga rekening bank saya, jadi saya harus mencari cara untuk berhenti membuang-buang uang untuk hal-hal yang sebenarnya tidak saya butuhkan.

Saya yakin orang lain pasti memiliki masalah yang sama yakni membuang-buang uang seperti saya, jadi saya memutuskan untuk menulis posting ini.

Di sini Anda akan menemukan beberapa tips yang bisa ditindaklanjuti yang akan membuat Anda berhenti membuang-buang uang dan menabung uang.

Cara Jitu Berhenti Membuang-buang Uang

Jika Anda benar-benar suka membeli barang (siapa yang tidak suka?), maka hal itu boleh-boleh saja. Tetapi jika Anda menghabiskan uang untuk hal-hal yang tidak perlu, itu bisa menjadi masalah besar.

Berikut adalah beberapa tips untuk membantu Anda menyimpan kartu kredit itu, menunda ambil uang di ATM dan berhenti membuang-buang uang.

1. Menunda Untuk Membeli

Jika Anda akan membeli sesuatu yang tidak Anda butuhkan, maka tundalah dan lihat bagaimana perasaan Anda pada hari berikutnya.

Menunda akan membantu Anda menghentikan pembelian impulsif, dan Anda akan melihat bahwa Anda sebenarnya tidak menginginkan barang itu setelah memikirkannya selama sehari.

Berikut adalah beberapa hal yang dapat Anda tanyakan pada diri sendiri selama periode “menunda untuk membeli”:

Apakah saya memerlukan ini?

Apakah saya masih akan menggunakan ini seminggu, sebulan, 6 bulan, setahun dari sekarang?

Hal lain yang membantu adalah menghitung berapa lama Anda perlu bekerja untuk mengembalikan biaya pembelian.

Misalnya, jika biaya pembelian sebesar Rp 500.000, dan Anda menghasilkan Rp 100.000 / sehari, Anda harus bekerja selama 5 hari untuk menghasilkan uang kembali.

Menyadari biaya dan waktu yang akan anda keluarkan karena pembelian ini, dapat mengubah pikiran Anda untuk membeli barang yang tidak perlu.

Namun, jika Anda masih tidak bisa berhenti memikirkannya dan Anda benar-benar menginginkannya, selama Anda mampu membelinya, Anda harus membelinya.

Demikian pula, jika Anda membeli sesuatu yang sedikit lebih mahal, katakanlah lebih dari Rp 1.000.000 atau Rp 2.000.000, lakukan proses yang sama, tetapi tunggu selama seminggu atau lebih hingga Anda seratus persen yakin bahwa pembelian itu sepadan.

2. Hanya Beli Barang yang Anda Butuhkan

Meski kalimat diatas amat jelas maksudnya, namun banyak orang tidak mengikuti aturan sederhana ini.

Baik itu makanan cepat saji, kabel, produk-produk bermerek, atau yang lainnya, ada banyak hal yang sebenarnya tidak kita butuhkan sehingga kita menghabiskan uang setiap bulan!

Pikirkan tentang berapa banyak uang yang dapat Anda hemat dengan menghindari beberapa dari hal-hal ini.

Jangan salah paham:

Saya tidak berpikir Anda harus menghilangkan segala sesuatu yang menyenangkan dari hidup Anda, hanya mencoba untuk mengurangi sedikit demi sedikit.

Jika Anda mencoba untuk menghemat uang atau melunasi hutang, Anda dapat menabung jauh lebih cepat dengan menghindari hal-hal yang tidak perlu yang Anda inginkan dan akan tetapi anda harus alokasikan perhatian anda hanya pada hal-hal yang Anda butuhkan.

3. Jangan Beli Barang yang Dijual Saat Big Sale

Cara jitu toko menipu pembeli untuk membeli produknya adalah dengan Big Sale / On Sale.

Mereka memamerkan stiker merah besar di atasnya atau memasang tanda diskon besar 50%, dan orang-orang mulai membeli omong kosong yang mereka tidak pernah berpikir untuk membeli dengan harga penuh!

Taktik ini bekerja sangat baik karena menciptakan rasa urgensi. Penjualan hanya bertahan tidak begitu lama bukan?

Untuk menghindari trik ini, abaikan sepenuhnya harga jual sebelumnya dan nilai apa pun yang Anda beli dari nilai saat ini untuk Anda.

Jangan membeli sesuatu yang tidak akan pernah Anda gunakan seharga Rp 250.000, saat on sale — hanya karena harga awal barang tersebut adalah Rp 500.000.

Itu buang-buang uang.

Intinya:

Jika sesuatu yang Anda butuhkan atau sesuatu yang sudah lama Anda inginkan dijual, dan harganya pantas untuk Anda :

Maka belilah.

Jika tidak: Maka katakan selamat tinggal padanya.

4. Masak Sendiri Makanan Anda

Yang ini penting bagi saya karena saya sering makan di luar.

Coba lihat:

Apabila saya makan di Mac Donald sebesar Rp 50.000, dan jika makan  masakan dirumah hanya sebesar Rp 30.000.

Itu berarti jika saya pergi makan malam setiap hari selama setahun, saya akan harus mengeluarkan biaya sekitar Rp 18.000.000.

Di sisi lain, jika Anda memasak setiap makan malam di rumah selama setahun, dengan setiap makan seharga Rp 30.000, itu hanya akan berharga Rp 10.800.000 .

Itu berarti saya berhasil melakukan penghematan Rp 7.200.000!

Saya tidak tahu dengan Anda tetapi penghematan Rp 7.200.000 yang dapat saya tabung di bank kedengarannya cukup bagus, dan makanan yang dimasak di rumah bisa sama baiknya atau lebih baik daripada di restoran.

Makanan di rumah seharga Rp 30.000 tidak hanya akan menghemat lebih dari Rp 7.200.000 / tahun untuk makan, tetapi juga menghemat waktu.

Rata-rata keluarga menghabiskan lebih dari dua jam setiap minggu untuk merencanakan makanan mereka. Inilah saatnya Anda dapat menghabiskan waktu bersama keluarga, bekerja sampingan, atau melakukan hal lain yang lebih produktif!

5. Negosiasikan Tagihan Anda

Pikirkan berapa lama Anda telah menggunakan internet, telepon seluler, dan berlangganan dari perusahaan kabel yang sama. Sudahkah Anda menjadi pelanggan setia sejak lama?

Sekarang pikirkan berapa kali Anda menelepon dan mencoba menegosiasikan tagihan Anda untuk mendapatkan kesepakatan yang lebih baik. Sudah pernah melakukan hal ini?

Jika belum, Anda bisa melakukan ini guna menghemat uang Anda untuk membayar lebih sedikit dari yang seharusnya.

Yang diperlukan hanyalah beberapa jam dari waktu anda dan panggilan telepon Anda sehingga Anda dapat menghemat ratusan tagihan setiap tahun.

6. Gunakan Uang Tunai

Saya serius, kita sudah terbiasa menggunakan kartu kredit dan kartu debit kita saat ini sepertinya tidak ada yang menggunakan uang tunai lagi.

Ya, kartu kredit lebih nyaman, dan ya poin imbalan darinya bisa menyenangkan, tetapi jika Anda tidak membayar hutang kartu kredit itu setiap bulan, bunganya akan mulai menumpuk.

Terkait: baca cara melunasi hutang kartu kredit.

Di sinilah uang tunai hadir bagai seorang ksatria penabung uang yang bersinar.

Beri diri Anda anggaran setiap minggu, katakanlah Rp 700.000/minggu, dan jumlah itu adalah uang tunai untuk pengeluaran Anda selama minggu ini.

Hal ini mungkin mengingatkan Anda, ketika masih diasuh orang tua, dimana mereka memberi Anda uang saku (jika Anda beruntung), dan setelah Rp 700.000 habis, maka artinya anda tidak perlu menambah pengeluaran lagi.

Jika uang saku selama seminggu sudah habis maka akan menghentikan Anda dari membuang-buang uang karena membuat pengeluaran uang menjadi tidak mungkin.

Juga, ketika Anda melihat uang secara fisik ada di tangan Anda, Anda akan berpikir dua kali jika ingin membelanjakan sesuatu.

7. Mulai Membuat Anggaran

John C. Maxwell pernah berkata, “Anggaran memberi tahu uang Anda ke mana harus pergi, bukannya bertanya-tanya ke mana ia pergi.”

Ketika Anda menjalani proses memulai anggaran, Anda akan mulai melihat ke mana sebagian besar uang Anda mengalir setiap bulan.

Setelah Anda mengidentifikasi lubang hitam uang Anda, Anda dapat mulai bekerja mengurangi. Anda kemudian dapat menggunakan uang ekstra yang Anda tabung setiap bulan untuk hal lain seperti melunasi hutang atau membangun dana darurat .

Oh, dan jika Anda khawatir tentang memulai anggaran karena Anda takut tidak akan bisa melakukan hal yang menyenangkan lagi, jangan khawatir.

Anggaran tidak dimaksudkan untuk menghilangkan kesenangan (atau membuat hidup anda menjadi membosankan), anggaran merupakan urusan mengatur berapa banyak yang Anda habiskan untuk kesenangan itu.

Dengan begitu Anda masih memiliki uang untuk hal-hal seperti sewa dan semua kehidupan have fun lainnya sesuai keinginan Anda.

Terkait: Cara membuat anggaran keuangan sukses.

Kesimpulan

Kita hidup di masa di mana kita terus-menerus dibombardir dengan penjualan dan pemasaran dan orang-orang itu hanya berusaha membuat kita terus menghabiskan uang!

Sebagian besar kita memakan bujukan itu dengan membeli barang baru karena memang sangat menyenangkan, dan hasilnya kita semua kesulitan menghemat uang kita. Dan itu fakta yang sangat tidak mengherankan.

Tapi:

Ikuti semua tips menghemat uang di artikel ini, dan Anda tidak akan pernah membuang uang lagi. Anda akan dapat menghindari lubang hitam uang itu seperti ahli catur menghindar skakmat.

Anda juga dapat melakukan pembelian yang lebih bermakna karena Anda akan menabung uang untuk itu!

Secara keseluruhan, jika Anda membangun kebiasaan menabung yang baik, Anda akan jauh lebih bahagia dan rekening bank Anda akan menjadi lebih gemuk setiap waktu.

Tinggalkan komentar

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.