Definisi: Apa Itu Emiten?

Apa itu Emiten?

Emiten adalah badan usaha (bisa swasta atau BUMN) yang mendaftarkan dan menjual sekuritas (surat berharga seperti saham, obligasi dan warrant) untuk membiayai kegiatan operasinya atau sebagai modal untuk ekspansi.

Emiten dapat berupa perusahaan, perwalian investasi, atau pemerintah dalam negeri atau asing.

Emiten secara hukum bertanggung jawab atas kewajiban ini dan melaporkan kondisi keuangan, perkembangan material, dan aktivitas operasional lainnya sebagaimana disyaratkan oleh peraturan di wilayah hukum mereka.

Memahami Emiten

Emiten paling sering menyediakan jenis sekuritas berikut ini: saham umum dan saham preferen, obligasi, wesel, surat utang, tagihan, dan derivatif. Emiten lain mengumpulkan dana dari sekelompok investor untuk menerbitkan saham reksa dana atau Exchange-Traded Fund (ETF).

Untuk mengilustrasikan peran emiten, bayangkan Perusahaan ABC menjual saham biasa kepada masyarakat umum di pasar untuk menghasilkan modal guna membiayai operasi bisnisnya.

Ini berarti Perusahaan ABC adalah emiten dan karena itu diharuskan untuk mengajukan kepada regulator, seperti Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan Bursa Efek Indonesia (BEI), mengungkapkan informasi keuangan yang relevan tentang perusahaan.

ABC juga harus memenuhi kewajiban atau peraturan hukum di yurisdiksi tempat dikeluarkannya sekuritas. Penulis opsi kadang-kadang disebut sebagai emiten opsi karena mereka juga menjual sekuritas di pasar.

Sebuah transaksi non-emiten adalah secara langsung atau tidak langsung dieksekusi untuk kepentingan penerbit sekuritas. Transaksi non-emiten mengacu pada setiap disposisi keamanan yang tidak memberikan manfaat kepada emiten (perusahaan).

Penjelasan kunci

  • Penerbit adalah badan hukum yang mengembangkan, mendaftarkan dan menjual sekuritas untuk membiayai operasinya.
  • Emiten dapat berupa perusahaan, perwalian investasi, atau pemerintah dalam negeri atau asing.
  • Emiten menyediakan sekuritas seperti saham ekuitas, obligasi, dan waran.

Penerbit versus Investor

Sementara entitas yang membuat dan menjual obligasi atau jenis sekuritas lainnya disebut sebagai penerbit atau emiten, sedangkan individu yang membeli sekuritas adalah investor.

Dalam beberapa kasus, investor juga disebut sebagai pemberi pinjaman. Pada dasarnya, investor meminjamkan dana kepada emiten, yang harus dibayar ketika obligasi jatuh tempo atau saham dijual.

Akibatnya, emiten juga dianggap sebagai peminjam, dan investor harus hati-hati memeriksa risiko gagal bayar peminjam sebelum membeli sekuritas atau meminjamkan dana kepada emiten.

Peringkat Kredit Emiten

Perusahaan pemeringkat seperti Standard & Poors Ratings Services (S&P) menciptakan peringkat kredit untuk penerbit sekuritas utang, seperti halnya biro kredit membuat profil kredit dan skor untuk konsumen individu. Alih-alih diekspresikan sebagai angka seperti skor kredit konsumen, skor penerbit dipatok dengan huruf.

Maksud dan penjelasan dari peringkat kredit

  • Jika suatu entitas memiliki peringkat AAA, ia memiliki riwayat pelunasan utang yang baik, layak, stabil dan menawarkan tingkat default yang sangat rendah.
  • Sedangkan peringkat AA memiliki kualitas bagus tapi memiliki sedikit resiko dibanding peringkat AAA.
  • Peringkat A, artinya kondisi ekonomi dapat mempengaruhi kondisi finansial emiten.
  • Peringkat BBB, adalah perusahaan kelas menengah, artinya dalam kondisi memuaskan.
  • Peringkat BB, memiliki kecendrungan mengalami perubahan pada situasi ekonomi.
  • Peringkat B, adanya variasi situasi keuangan.
  • Peringkat CCC, kondisi perusahaan sedang goyah tergantung pada kondisi ekonomi yang menguntungkan agar mampu memenuhi kewajibannya.
  • Peringkat CC, kondisi perusahaan sangat goyah dan obligasi sangat spekulatif.
  • Peringkat C, ini keadaan lebih parah dibandingkan peringkat sebelumnya, kondisinya lebih parah dari goyah dan cenderung bangkrut atau menunggak pembayaran tapi tetap terus membayar obligasinya.

Keterangan lebih lanjut:

Penjelasan: Sebaliknya, jika suatu entitas memiliki peringkat DDD, itu adalah default. Emiten dengan peringkat BB atau di bawahnya memiliki obligasi yang dilabeli sebagai sampah, menunjukkan bahwa mereka berisiko tinggi gagal bayar bagi investor.

Negara-negara juga menerima peringkat kredit. Sebagai contoh, setelah Yunani melewatkan pembayaran pinjaman miliaran dolar, peringkat kreditnya diturunkan menjadi CCC +.

Namun, setelah negara menerapkan reformasi, memangkas biaya dan merekapitalisasi bank-banknya, Standard and Poor’s menaikkan peringkatnya menjadi B-, menunjukkan bahwa obligasi perusahaan sedikit lebih aman.

Begitupun Indonesia yang telah naik peringkat BBB, itu dikarenakan peringkat Indonesia didukung oleh tingkat beban utang pemerintah yang rendah dan kinerja fiskal yang moderat.

Itulah penjelasan mengenai definisi apa itu emiten, memahaminya, interaksinya dengan investor dan juga maksud dari peringkat kredit dari emiten.

Tinggalkan komentar