Filosofi Manajemen Pemasaran

Setiap perusahaan memiliki ide sendiri tentang bagaimana perusahaan akan melakukan produksi, bagaimana menjual dan melakukan pemasaran produknya.

Misalnya, perusahaan yang membuat topi dengan kualitas sangat tinggi dengan nilai jual tinggi dan menginvestasikan banyak uang untuk menciptakan nilai perusahaan dan produk / merek mereka (melalui pemasaran), inilah filosofi manajemen pemasaran mereka, yakni bagaimana mereka akan memproduksi, memasarkan, dan menjual produk.

ADVERTISEMENT

5 Filosofi Manajemen Pemasaran

1. Konsep Produksi

Konsep produksi menyatakan bahwa pelanggan akan menyukai produk yang umumnya mudah didapatkan dan tidak terlalu mahal.

Untuk mencapai efisiensi tinggi dalam produksi, biaya rendah serta distribusi dalam skala massal adalah fokus umum para manajer di filosofi manajemen ini. Perushaan bisnis semacam ini akan sangat efisien di negara berkembang di mana pembeli lebih tertarik untuk mendapatkan produk daripada atributnya.

Misalnya, perusahaan penghasil ponsel pintar lokal memproduksinya dengan biaya lebih rendah daripada perusahaan bermerek.

Dengan demikian, konsumen di negara-negara ini akan membeli handset yang diproduksi dengan harga lebih murah daripada yang bermerek.

2. Konsep Produk

Konsep produk merekomendasikan bahwa pembeli akan menyukai barang-barang yang memiliki kualitas, kinerja, dan atribut yang lebih baik daripada produk biasa.

Dua organisasi yang berdiri terpisah dari keramaian (stand out from crowd) ketika membahas konsep produk adalah Apple dan Google.

ADVERTISEMENT

Kedua perusahaan teknologi raksasa ini telah bekerja keras untuk menghasilkan produk mereka dan menawarkan produk aplikasi yang kaya, inovatif, serta berbeda dan nyaris semua individu tertarik dengan merek ini.

Salah satu masalah yang terkait dengan konsep produk adalah bahwa hal itu juga dapat mengarah ke pemasaran myopia yang hanya fokus pada produk bukan kebutuhan konsumen. Oleh karena itu, perusahaan perlu mempertimbangkan perkembangan dan sifat secara tulus dan mendahulukan kebutuhan konsumen.

3. Konsep Penjualan

Konsep penjualan pada dasarnya mencerminkan kemungkinan bahwa pelanggan tidak akan membeli produk perusahaan kecuali dengan promosi komprehensif serta upaya penjualan aktif yang dilakukan oleh perusahaan.

Konsep ini digunakan untuk barang dagangan yang biasanya tidak umum dibeli konsumen, produk yang tidak dibeli seperti asuransi dan produk investasi lainnya. Produk-produk ini dijual paksa dengan menemukan fragmen target dan dijual dengan paket manfaat produk berkaliber tinggi.

ADVERTISEMENT

Konsep ini memenuhi harapan di bawah anggapan yang buruk bahwa jika konsumen dibujuk untuk membeli suatu produk maka mereka pada dasarnya akan menyukainya.

Terlepas dari kenyataan bahwa mereka tidak menyukainya, mereka akan mengabaikan ketidaksenangan mereka selama jangka waktu tertentu dan akan membeli produk di kemudian hari.

4. Konsep Pemasaran

Konsep pemasaran telah berkembang dari waktu ke waktu, menekankan pada perusahaan untuk mengevaluasi permintaan konsumen dan menghasilkan produk atau jasa untuk memenuhi keinginan tersebut dan menghasilkan produk dan layanan yang lebih baik daripada pesaingnya.

Hal ini sangat kontradiktif dengan konsep ‘manufaktur’ di samping konsep penjualan karena menekankan pada konsumen dan keinginannya.

Contoh: Shampo Head and Shoulders awalnya hadir dalam formula dan kemasan standar. Bagaimanapun, dengan berjalannya waktu perusahaan memahami kebutuhan pembeli dan menyesuaikan produk mereka dan membawa variasi produk pembersih mereka.

Silahkan baca juga pengertian konsep pemasaran.

5. Konsep Pemasaran Sosial (Berkenaan Dengan Masyarakat)

Pemasaran Sosial memiliki pengamatan bahwa sebuah perusahaan harus menetapkan pilihan promosi yang bagus setelah mempertimbangkan kebutuhan pelanggan, prasyarat organisasi, kemudian menempatkannya di atas segalanya sebagai kepentingan jangka panjang masyarakat umum.

Konsep ini mendorong perusahaan untuk mencapai lebih dari sekedar memiliki hubungan perdagangan dengan konsumen, untuk melewati menyampaikan produk dan bekerja untuk keuntungan konsumen dan masyarakat.

Contoh: The Body Shop International PLC adalah merek pertama, umum, dan bermoral. Organisasi hanya menggunakan bahan nabati untuk produknya. Ini bertentangan dengan pengujian hewan, mendukung pertukaran kelompok; menggerakkan Harga Diri, Mempertahankan Hak Asasi Manusia dan mengutamakan keamanan umum planet ini. Mereka juga memiliki filantropi mereka sendiri, The Body Shop Foundation, untuk mendukung mereka yang berusaha mencapai kemajuan dalam bidang kesetaraan manusia dan sosial, ekologi dan keamanan hewan.

Silahkan baca konsep pemasaran sosial.


Share

Tinggalkan komentar

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.