Pengertian Goodwill Adalah?

Apakah Goodwill itu?

Pengertian Goodwill adalah aset tidak berwujud atau aset tidak riil yang dicatat dalam neraca keuangan usaha perusahaan ketika suatu perusahaan mengakuisisi (membeli) perusahaan lain dan harga belinya lebih besar dari: 1) nilai wajar aset berwujud dan tidak berwujud yang teridentifikasi yang diperoleh, dikurangi 2) kewajiban (hutang) yang diasumsikan.

Goodwill masuk dalam kategori aset intangible (tidak berwujud). Alhasil, karena itulah aset ini sulit dikalkulasi secara nyata dan tepat, karena ia tidak nyata, namun bukan berarti fiktif.

ADVERTISEMENT

Seperti umumnya aset, Goodwill memiliki peranan penting bagi perusahaan dan dalam usahanya memperoleh laba. Akan tetapi ia berbeda dengan aset harta yang berwujud, seperti kendaraan, mesin produksi, bidang tanah dan lainnya.

Goodwill masuk kedalam aset tidak berwujud (intangible) dalam neraca keuangan bisnis. Aset ini biasanya dicantumkan apabila terjadi akuisasi satu perusahaan terhadap perusahaan lainnya, semisal akusisi perusahaan teknologi pencegah penipuan; Simility oleh PayPal.  Goodwill menjadi nilai selisih pembelian atas pembelian perusahaan oleh perusahaan lainnya.

Arti Goodwill dalam Akuntansi

Goodwill muncul ketika sebuah perusahaan mengakuisisi perusahaan lain. Jumlah goodwill adalah biaya untuk membeli bisnis dikurangi nilai pasar wajar dari aset berwujud, aset tidak berwujud yang dapat diidentifikasi, dan liabilitas yang diperoleh dalam pembelian.

Goodwill hadir sebagai nama besar perusahaan, reputasi pelayanan, manajemen solid, kerja tim, kehandalan produk dan faktor lain yang membuat perusahaan berbeda dari yang lain, stand out from the crowd.

Bagaimana Menghitung Goodwill

Untuk menghitung goodwill, kita harus mengambil harga pembelian sebuah perusahaan dan mengurangi nilai pasar wajar dari aset dan kewajiban yang dapat diidentifikasi.

Rumus Goodwill: 

ADVERTISEMENT

Goodwill = P− (A + L)

Dimana:

P = Harga beli perusahaan target.

A = Nilai pasar wajar aset.

ADVERTISEMENT

L = Nilai pasar wajar dari kewajiban.

Goodwill Dalam Neraca Perusahaan
Sumber: Amazon.com

Contoh dari Goodwill: akuisisi perusahaan

Andaikata perusahaan ABCD mengakuisisi perusahaan EFGH seharga Rp 50.000.000.000, dimana harga tersebut berdasarkan pendapatan bersih tahunan perusahaan EFGH.

Nilai wajar aset yang teridentifikasi dari perusahaan EFGH adalah Rp 40.000.000.000 sedangkan kewajibannya adalah sebesar Rp 10.000.000.000. Karenanya perusahaan ABCD harus membayar sebesar Rp 50.000.000.000 untuk aset dan kewajiban yang teridentifikasi sebesar Rp 30.000.000.000 (Rp 40.000.000.000 – Rp 10.000.000.000).

Maka alur perhitungan yang dicatat perusahaan ABCD mencatat transaksi akusisi adalah sebagai berikut:

  • Debit berbagai akun aset sebesar Rp 40.000.000.000.
  • Kredit berbagai akun liabilitas sebesar Rp 10.000.000.000.
  • Kredit Tunai sebesar Rp 50.000.000.000.
  • Debit Goodwill sebesar Rp 20.000.000.000 (Rp 50 miliar – 30 Miliar).

Jenis Goodwill

Ada dua jenis Goodwill yakni:

  • Dibeli: Goodwill yang dibeli adalah perbedaan antara nilai yang dibayarkan untuk suatu perusahaan sebagai kelangsungan hidup dan jumlah asetnya dikurangi jumlah kewajibannya, yang masing-masing itemnya telah diidentifikasi dan dinilai secara terpisah.
  • Inheren: Ini adalah nilai bisnis yang melebihi nilai wajar aset bersih yang dapat dipisahkan. Ini disebut sebagai Goodwill yang dihasilkan secara internal, dan muncul selama periode waktu tertentu karena reputasi yang baik dari suatu bisnis.

Misalnya, Anda menjual produk yang luar biasa atau memberikan layanan terbaik secara konsisten. Jika demikian, ada kemungkinan besar hal itu menjadi peningkatan pada Goodwill.

Perlakuan Akuntansi Goodwill

Ada tiga jenis yang terkait dengan perlakuan akuntansi Goodwill pada saat penerimaan pasangan baru:

  • Ketika jumlah Goodwill dibayarkan secara pribadi.
  • Saat mitra baru membawa bagian Goodwillnya dalam bentuk uang tunai.
  • Ketika mitra baru tidak membawa bagian Goodwillnya secara tunai.

Contoh Goodwill

Sederhananya, sebuah Perusahaan bernama ABCD aset dikurangi kewajiban adalah Rp 1.000.000, dan sebuah perusahaan membeli Perusahaan ABCD seharga Rp 1.500.000, nilai premi setelah akuisisi adalah Rp 500.000.

Rp 500.000 ini akan dimasukkan dalam neraca pengakuisisi sebagai goodwill. Tercatat juga ketika harga beli perusahaan target lebih tinggi dari hutang yang diasumsikan.

Goodwill vs. Aset Tak Berwujud Lainnya

Goodwill tidak sama dengan aset tidak berwujud lainnya. Goodwill adalah premi yang dibayarkan di atas nilai wajar selama transaksi dan tidak dapat dibeli atau dijual secara mandiri.

Sedangkan aset tidak berwujud lainnya antara lain berupa lisensi dan dapat dibeli atau dijual secara mandiri. Goodwill memiliki umur yang tidak terbatas, sedangkan barang tak berwujud lainnya memiliki umur manfaat yang pasti .


Share

Tinggalkan komentar

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.