Harga Pokok Penjualan (HPP) Adalah: Manfaat, Metode Dan Contoh

SUDAHKAH anda tahu apa itu Harga Pokok Penjualan atau HPP? Maka silahkan dipelajari dengan membaca posting ini.

Ini adalah penjelasan mengenai pengertian HPP beserta jenis perhitungannya, cara menghitungnya dan contohnya.

ADVERTISEMENT

Apakah Harga Pokok Penjualan – HPP?

Harga pokok penjualan (HPP) mengacu pada biaya langsung untuk memproduksi barang yang dijual oleh suatu perusahaan.

Jumlah ini termasuk biaya bahan dan tenaga kerja yang langsung digunakan untuk menciptakan barang. Tidak termasuk biaya tidak langsung, seperti biaya distribusi dan biaya tenaga penjualan.

Harga pokok penjualan juga disebut sebagai “Cost Of Good Sold (COGS)” atau “Cost Of Sales (COS)” dalam bahasa Inggris.

Penjelasan Kunci:

  • Harga pokok penjualan (HPP) mencakup semua biaya dan pengeluaran yang terkait langsung dengan produksi barang.
  • HPP tidak termasuk biaya tidak langsung seperti biaya overhead dan penjualan & pemasaran.
  • HPP dikurangkan dari pendapatan (penjualan) untuk menghitung laba kotor dan marjin kotor. HPP yang lebih tinggi menghasilkan margin yang lebih rendah.
  • Nilai HPP akan berubah tergantung pada standar akuntansi yang digunakan dalam perhitungan.

Rumus dan Perhitungan untuk HPP

HPP= Inventaris Awal + P-Inventaris Akhir

atau

HPP= Persediaan barang – Persediaan Akhir Barang Dagangan.

Penjelasan:

ADVERTISEMENT

  • P = Pembelian selama periode tersebut.

Agar lebih jelas maka silahkan lihat table laporan berupa contoh perhitungan harga pokok penjualan perusahaan.

PT TARUNA ARKA

Per 31 Desember 2018

Inventaris (Awal)20.000.000
Pembelian80.000.000
Beban Angkut Pembelian1.200.000
Total Pembelian81.200.000
Retur Pembelian dan PH2.000.000
Potongan Pembelian2.000.000
Total Potongan Pembelian4.000.000
Total Pembelian Bersih77.200.000
Barang Tersedia untuk Dijual97.200.000
Inventaris (akhir)(14.000.000)
Harga Pokok Penjualan 83.200.000

Dari laporan di atas maka jelas terlihat bahwa harga pokok penjualan (HPP) PT Taruna Arka per tanggal 31 Desember 2018 adalah adalah sebesar Rp83.200.000.

Inventaris yang dijual muncul di laporan laba rugi di dalam HPP. Inventaris awal untuk tahun tersebut adalah inventaris yang tersisa dari tahun sebelumnya — yaitu, barang dagangan yang tidak dijual pada tahun sebelumnya.

Setiap produksi tambahan atau pembelian yang dilakukan oleh perusahaan manufaktur atau ritel ditambahkan ke inventaris awal. Pada akhir tahun, produk yang tidak dijual dikurangkan dari jumlah inventaris awal dan pembelian tambahan.

Angka akhir yang diperoleh dari perhitungan adalah harga pokok penjualan untuk tahun tersebut.

HPP hanya berlaku untuk biaya-biaya yang terkait langsung dengan produksi barang-barang yang dimaksudkan untuk dijual.

Neraca memiliki akun yang disebut akun aset lancar. Di bawah akun ini adalah item yang disebut inventaris. Neraca hanya menangkap kesehatan keuangan perusahaan pada akhir periode akuntansi. Ini berarti bahwa nilai inventaris dicatat dalam aset lancar adalah inventaris akhir.

Karena inventaris awal adalah inventaris yang dimiliki perusahaan pada awal periode akuntansi, itu berarti persediaan awal juga merupakan inventaris akhir perusahaan pada akhir periode akuntansi sebelumnya.

Apa yang bisa kita dapati dari HPP?

HPP adalah metrik penting pada laporan keuangan karena dikurangi dari pendapatan perusahaan untuk menentukan laba kotornya.

Laba kotor adalah ukuran profitabilitas yang mengevaluasi seberapa efisien suatu perusahaan dalam mengelola tenaga kerja dan pasokannya dalam proses produksi.

Karena HPP adalah biaya untuk melakukan bisnis, itu dicatat sebagai biaya bisnis pada laporan laba rugi. Mengetahui harga pokok penjualan membantu analis, investor, dan manajer memperkirakan laba perusahaan.

Jika HPP meningkat, laba bersih akan berkurang, maka perusahaan akan memiliki lebih sedikit keuntungan bagi pemegang sahamnya.

Oleh karena itu, perusahaan berusaha untuk menjaga HPP mereka rendah sehingga laba bersih akan lebih tinggi.

Selain itu, pergerakan HPP ini bermanfaat untuk keperluan pajak penghasilan.

Harga pokok penjualan (HPP) merupakan biaya untuk memperoleh atau membuat produk yang dapat dijual perusahaan selama suatu periode, jadi satu-satunya biaya yang termasuk dalam pengukuran adalah biaya yang terkait langsung dengan produksi produk, termasuk biaya tenaga kerja, bahan, dan biaya overhead manufaktur.

Misalnya, HPP untuk pembuat mobil akan mencakup biaya material untuk suku cadang yang digunakan untuk membuat mobil ditambah biaya tenaga kerja yang digunakan untuk menyatukan mobil.

Sedangkan biaya pengiriman mobil ke dealer dan biaya tenaga kerja yang digunakan untuk menjual mobil tidak termasuk kedalam HPP.


Share

Tinggalkan komentar

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.