Apa Itu Investasi Jangka Panjang?

Oleh karenanya jikalau anda menjual saham karena panik, disaat harganya rendah, anda akan menderita kehilangan sebagian uang yang telah anda investasikan di awal.

Apabila anda dapati penurunan harga saham, maka duduk tenang jangan lakukan penjualan, tunggu dan biarkan ia pulih dan bergerak naik. Time will tell, waktu yang akan menjawabnya bukan kepanikan.

ADVERTISEMENT

Kenapa memilih investasi jangka panjang?

Biasanya orang atau perusahaan memilih investasi jangka panjang dikarenakan faktor-faktor berikut ini:

  • Tujuan mereka memilih investasi jangka panjang sebagai tabungan buat masa depan.
  • Bagi perusahaan, dengan memilih investasi jenis ini menunjukkan kemampuan perusahaan mengambil resiko karena merasa nyaman “mengunci” sejumlah uang mereka sebagai aset jangka panjang, dengan harapan pengembalian lebih tinggi.
  • Investasi jangka panjang dapat dengan rutin mengirimkan pemasukan bagi investor dalam bentuk bunga (obligasi) atau dividen (saham) yang dapat digunakan untuk operasional.
  • Ide dasar investasi ini sebenarnya bukan menjual sekuritas, akan tetapi membeli lagi kelak kemudian menahannya hingga berharga.

Jenis-jenis investasi jangka panjang

Investasi jangka panjang hadir dengan sejumlah jenis yang bisa dipilih, mereka adalah:

  • Saham, adalah bentuk porsi equity perusahaan yang memiliki dasar kuat dan mampu menghasilkan pengembalian besar bagi pemegangnya.
  • Obligasi, ialah memberikan hutang kepada badan usaha baik swasta maupun pemerintah, sebagai kompensasi maka sipemegangnya akan menerima bunga dari uang yang dipinjamkannya.
  • Asuransi, asuransi jiwa masuk dalam kategori investasi jangka panjang karena menopang seluruh hidup pemegang polis karena pembayaran rutin berbasis bulan atau tahun.
  • Reksa dana, reksa dana bisa dianalogikan sebagai cara individu atau perusahaan memarkirkan kelebihan uangnya pada sebuah perusahaan, tentu dengan harapan tingkat bunga tinggi dibandingkan deposito biasa.
  • Aset real estate (lahan yasan), ini adalah jenis investasi dalam bentuk bangunan, tanah dan sebagaianya dimana uang anda terkunci menurut waktu disepakati hingga proyek selesai.

Contoh investasi jangka panjang

Contoh 1: Perusahaan penyedia layanan telekomunikasi CDE membutuhkan teknologi super canggih agar seluruh layanannya berjalan mulus. Oleh karenanya perusahaan CDE berinvestasi dengan membangun jejaring fiber-optic guna menjembatani koneksi dengan pengguna. Nah investasi ini masuk dalam kategori investasi jangka panjang.

Contoh 2: Investasi real estate seperti perusahaan TTT yang berinvestasi kepada sebuah perusahaan yang tengah membangun apartemen dan juga mall, nah perusahaan TTT melakukan investasi jangka panjang karena membutuhkan waktu sekitar 4 hingga 7 tahun.

Kelebihan investasi jangka panjang

  • Untung gede dan sedikit resiko: Berinvestasi jangka panjang berarti untung lebih besar di saat sama resiko berkurang.
  • Power of compounding: Berinvestasi sejatinya menabungkan uang untuk jangka waktu tertentu. Beda dengan menabung di bank yang memberikan pengembalian super kecil, dengan investasi maka pengembalian besar akan didapat. Maka dalam investasi ini anda akan didukung oleh power of compounding¬† (yakni strategi penempatan dana pada investasi yang menghasilkan keuntungan, hasil keuntungan tersebut diinvestasikan kembali, sehingga berlipat-ganda hasilnya).
  • Disiplin: Anda sebagai investor akan dilatih untuk displin.
  • Memberikan kemakmuran: Meski bukan usaha kaya semalam, tapi investasi membantu memberikan kemakmuran karena tempo waktu yang lama memberikan pengembalian lebih besar kepada investor.
  • Membangun rasa percaya diri: Investasi jangka panjang akan membangun percaya diri pemegangnya karena sebagai tabungan menguntungkan apalagi investasi mulai menanjak dan memberi hasil tinggi kepada investor.

Kelemahan investasi jangka panjang

  • Uang anda terkunci: uang yang anda investasikan pada investasi jangka panjang berarti uang anda terkunci selama waktu tertentu, yang kemungkinan besar akan sulit untuk mencairkannya saat dibutuhkan.
  • Kesabaran: Investor harus bersabar memegang investasi mereka terlebih lagi saat kondisi tidak kondusif.
  • Membuat keputusan: Sebagai investor anda harus banyak menganalisis dan menilai untuk memilih instasi terbaik, apabila salah pilih, kerugian akan didapat.
  • Memonitor: Anda harus melakukan pengawasan secara berkelanjutan untuk mengukur kesehatan investasi untuk mendeteksi apakah ada masalah atau tidak, kemudian mengambil langkah jitu untuk mengelolanya.
  • Resiko lebih tinggi: Banyak resiko dalam investasi jangka panjang, resiko yang dimaksud adalah karena uang anda terkunci selama waktu tertentu dan tidak dapat dicairkan dengan mudah. Oleh karenanya resiko gagal mendapat uang kembali disaat butuh harus pula dipertimbangkan.
  • Bukan untuk spekulan: Ini bukan investasi bagi spekulan atau trader untuk menuai pendapatan berkelanjutan dengan beli dan jual sekuritas agar dapat menjadi kaya dalam waktu singkat.

Kesimpulan

Dalam investasi jangka panjang maka uang anda akan terkunci dalam waktu hingga 3 tahun lebih, dan juga anda tidak akan mendapatkan keuntungan besar dengan beli-jual dengan segera seperti dilakukan spekulan.

ADVERTISEMENT

Akan tetapi investasi jangka panjang memberi keuntungan lebih banyak dibandingkan investasi jangka pendek karena dukungan power of compounding.


Share

Tinggalkan komentar

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.