Pengertian Investasi Dan 5 Alasan Berinvestasi

INVESTASI adalah aktivitas membeli aset yang akan meningkat nilainya dan memberi penghasilan kelak dan berkelanjutan untuk keperluan seperti dana pensiun, membiakan uang, dana pendidikan dan sebagainya.

Pengertian apa itu investasi?

Secara sederhana investasi adalah menggunakan uang anda untuk membeli aset dengan harapan bahwa dikemudian hari aset tersebut akan menghasilkan pundi-pundi rupiah secara terus-menerus.

Investasi berbeda dengan konsumsi, nama kedua ini hanya sebatas penggunaan pribadi untuk tujuan sesaat tanpa berharap akan ada return (penghasilan) dikemudian hari dan nilainya tidak akan meningkat kelak.

Jadi investasi adalah menaruh uang atau juga sumberdaya lainnya yang bernilai dengan harapan meraih keuntungan di masa depan.

Bahkan urusan pendidikan, seperti masuk perguruan tinggi juga merupakan investasi, karena kita telah mengivestasikan biaya dan waktu, kita melakukan itu karena harapan kelak akan meraih titel dan pekerjaan bagus setelah lulus.

Dan jika kita bicara finansial, maka investasi berarti sebuah perusahaan atau seseorang yang menaruh uang mereka untuk mendapatkan aset atau sekuritas (saham atau obligasi) karena berharap akan mendapatkan lebih banyak uang di masa datang.

Karena berharap uang lebih banyak kelak yang memicu orang melakukan investasi.

Lalu bagaimana investasi menghasilkan uang bagi investor?

Investasi merupakan aktivitas menyerap uang investor dan si investor mendapatkan return melalui dividen dan pembayaran bunga. Dan nilai aset (saham, obligasi, properti, dll) yang dibeli investor akan meningkat kelak.

Melipat-gandakan nilai aset

Aset yang anda beli sekarang akan meningkat nilainya kelak menurut waktu. Nah misalkan anda membeli obligasi, saham dan instrumen investasi lainnya maka nilainya akan meningkat.

Contohnya, misalkan anda membeli selembar saham seharga Rp 10.000 maka lima tahun kemudian bisa bernilai Rp 200.000. Peningkatan selama lima tahun dari si saham merupakan peningkatan nilai aset.

Bunga

Dan investor juga mendapatkan bunga dengan investasi seperti pinjaman pelajar. Maka anda akan mendapatkan bunga melalui pembayaran pinjaman pelajar dari si debitur.

Begitupun dengan obligasi, investor meminjamkan uang kepada badan usaha negara atau swatas dan si investor juga akan mendapatkan uang tambahan melalui sejumlah bunga sesuai yang dijanjikan.

Dividen

Dividen juga bentuk return (penghasilan) yang diberikan emiten (penerbit saham) kepada investor yang memiliki saham perusahaan si emtien.

Emiten atau perusahaan publik biasa melakukan penjualan saham untuk menunjang aktivitas bisnis mereka. Dividen merupakan cara perusahaan untuk membagi untung kepada semua investor mereka. Dividen ini juga sebagai bentuk peningkatan aset.

Resiko berinvestasi

Kita sering dininak-bobokan dengan harapan keuntungan kelak dari investasi, namun ingat investasi juga beresiko.  Perlu anda ketahui bahwa resiko terbesar dari investasi adalah anda bisa kehilangan uang anda.

Investasi bukan tabungan, yang dijamin pemerintah untuk diganti jika bank bangkrut, investasi tidak ada keistimewaan itu.

Memang sih sebagian investasi memiliki resiko lebih rendah dibanding jenis investasi lainnya, namun tetap saja semuanya beresiko meskipun porsi resikonya berbeda. Besaran resiko erat kaitannya dengan tingkat pengembaliannya, artinya semakin besar resiko maka semakin besar penghasilan dihasilkan.

Intinya semakin besar resiko dari investasi maka semakin besar penghasilannya disaat yang sama semakin besar anda kehilangan uang anda.

Namun untuk investasi dengan tingkat penghasilan lebih rendah maka resikonya tentu lebih rendah.

Biasanya para investor mengatasi resiko yang mengancam dengan melakukan investasi keberbagai sekuritas berbeda seperti obligasi, saham dan tipe sekuritas yang berbeda-beda. Ini adalah yang disebut diversifikasi, dan sebaiknya setiap investor menerapkan ini untuk mengamankan dirinya dari resiko.

Emosi anda juga resiko besar yang lain dari investasi. Banyak sekali investasi yang sifatnya votalitas (berubah-rubah) dalam jangka pendek, oleh karenanya selama waktu lima tahun nilainya berubah-ubah.

Apalagi jika terjadi resesi ekonomi maka akan berimbas sangat negatif pada investasi, tentu sebagai investor keadaan ini menyesakan nafas. Karenanya kondisi seperti ini menghasilkan panik dan kekhawatiran, yakni menjual saham saat harga turun, ini penjualan yang tidak direkomenasikan.

Oleh karenanya sebagai investor pastikan keputusan investasi—membeli dan menjual—didasari logik dan nalar bukan karena emosi.

Perlu diingat, durasi memegang investasi anda paling tidak sepuluh hingga dua puluh tahun. Karena dengan masa selama ini akan meningkatkan investasi.

Jangan juga menyamakan investasi dengan berjudi, meski mungkin bagi sebagian orang keduanya memiliki faktor spekulasi. Akan tetapi investasi harusnya berdasarkan data dan fakta, dan investor cerdas akan menggunakan strategi untuk memilih investasi terbaik agar hasilnya maksimal. Sedangkan berjudi, sepenuhnya berdasarkan keberuntungan dan kesempatan

5 Alasan berinvetasi

Inilah sejumlah alasan yang pantas dijadikan pertimbangan untuk berinvestasi.

1. Mengamankan uang

Mengamankan uang mungkin alasan pertama bagi orang untuk berinvestasi. Karena sebagian investasi memang bisa menyelamatkan uang dari gerusan waktu — seperti inflasi. Dengan mengamankan uang menggunakan instrumen investasi maka uang anda akan aman bahkan berkembang. Investasi seperti obligasi pemerintah, deposit dan tabungan biasa mampu mengamankan uang.

2. Memperbanyak uang

Alasan yang paling dijadikan alasan orang berinvestasi adalah melipat-gandakan uang. Kelebihan inilah yang selain mampu mengamankan uang juga mengembang-biakan uang.  Agar uang lebih banyak maka pastikan anda berinvestasi yang menawarkan pengembalian yang besar. Untuk itu sebaiknya anda berinvestasi pada dana reksa, realestate, equitas dan juga komoditi. Namun resikonya lebih tinggi dibandingkan obligasi, namun pengembaliannya menggiurkan.

3. Untuk mendapatkan aliran penghasilan yang stabil

Investasi juga menawarkan penghasilan stabil bagi investor. Anda sebagai investor bisa menjadikan ini sebagai penghasilan sekunder bahkan juga primer melalui pembayaran bunga secara berkelanjutan dan jika pemegang saham preferen akan mendapatkan dividen secara konsisten.

4. Menabung untuk masa pensiun

Investasi bisa juga dapat menjadi tunjangan saat pensiun. Adalah penting untuk memiliki dana pensiun loh. Karena saat pensiun artinya anda sudah berhenti menerima penghasilan rutin setiap bulan dari perkerjaan. Nah di masa itu sangatlah menguntungkan jika ditopang dengan investasi. Dengan berinvestasi saat masih bekerja dengan investasi yang tepat, maka dana anda akan bertumbuh terus hingga masa pensiun.

5. Memenuhi target finansial

Kita semua tahu bahwa investasi dapat memenuhi target finansial jangka pendek dan juga jangka panjang tanpa masalah dan stres. Bahkan adapula investasi yang mengunci uang anda untuk masa tertentu dan amat likuid.

Investasi adalah instrumen bagus untuk menyimpan dana untuk target jangka-pendek seperti dana darurat dan juga bisa digunakan untuk dana pendidikan. Adapula pilihan investasi untuk jangka panjang. Anda bebas memilih semua opsi yang anda sesuai kebutuhan.

Kesimpulan

Anda harus terus belajar dan menentukan alasan tepat untuk berinvestasi, yakni dengan mengamankan dana sebagai bagian rencana finansial.

Baca informasi penting ini yakni strategi investasi untuk investor baru.

Sebelum melakukan investasi, cobalah mengerti dengan mempelajari dari data yang tersedia dan tetapkan tujuan finansial anda, dengan begitu memudahkan anda menetapkan investasi yang tetap untuk mencapai tujuan keuangan jangka pendek maupun jangka panjang dengan membiakan uang anda.

Tinggalkan komentar

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.