Jenis Perilaku Keputusan Pembelian

Konsumen harus mempertimbangkan banyak hal mengenai jenis produk apa yang akan dia beli. Itu karena ada perbedaan antara membeli mobil dan membeli kopi atau es krim.

Sudah menjadi pengamatan umum bahwa jika produknya mahal dan mewah, maka pembeliannya akan memakan waktu lebih lama.

Daripada produk yang kasual, murah, dan biasa saja, maka semuanya akan lebih cepat dan sederhana.

Faktor lain menjelaskan perilaku pembelian pelanggan. Seperti tingkat risiko yang terlibat dan minat yang ditunjukkan pelanggan dalam pembelian menceritakan perilaku konsumen. Jika produk lebih berisiko, maka pelanggan harus menunjukkan minat yang lebih dalam keputusan pembelian.

4 Jenis Perilaku Keputusan Pembelian

Hari ini kita akan membahas perilaku pembelian konsumen dan bagaimana hal itu bervariasi dari pembelian produk ke produk. Berikut adalah empat jenis perilaku keputusan pembelian yang dijelaskan dengan contoh;

Perilaku Membeli yang Kompleks

Perilaku pembelian kompleks terjadi ketika seseorang membeli produk yang mahal dan mewah. Dalam kehidupan sehari-hari, kita biasanya tidak sering membeli produk mahal.

Dalam hal ini, kami menunjukkan minat penuh pada keputusan pembelian dengan menyelidiki dan meneliti produk secara menyeluruh.

Seorang konsumen akan berkonsultasi dengan teman, kolega, dan kerabatnya. Ketika dia akan membeli produk yang dia tidak tahu dan dia tidak familiar dengannya.

Keputusan pembelian melibatkan risiko besar baginya karena dia tidak terbiasa dengan banyak hal.

Contoh Perilaku membeli yang kompleks

Seorang konsumen ingin membeli mobil dan itu adalah keputusan pembelian yang besar baginya karena melibatkan risiko keuangan dan ekonomi yang besar.

ADVERTISEMENT

Dia harus mempertimbangkan banyak faktor. Seperti bagaimana reaksi teman, keluarga, dan koleganya. Bagaimana status sosialnya di lingkaran sosial akan terlihat setelah mendapatkan mobil.

Inti masalahnya

Seorang konsumen melewati berbagai fase pembelajaran dalam perilaku pembelian yang kompleks. Pertama, dia belajar dan mengembangkan keyakinan tentang produk yang harus dia beli.

Keyakinannya tentang pembelian menciptakan sikapnya, dan kemudian dia akhirnya akan membuat keputusan pembelian.

Pemasar, di sisi lain, memiliki pengetahuan dan pemahaman yang lengkap tentang produk / jasa yang mereka tawarkan.

Oleh karena itu, mereka harus membimbing konsumen dengan lebih baik, sehingga ia dapat memiliki pemahaman yang lebih baik tentang produk. Yang terpenting, pemasar harus merancang iklan yang harus menjawab pertanyaan dasar mereka.

Baca Juga Faktor yang Mempengaruhi Perilaku Konsumen.

Perilaku Membeli yang Mengurangi Disonansi

Perilaku pembelian yang mengurangi disonansi terjadi ketika konsumen menunjukkan tingkat keterlibatan yang tinggi karena produk tersebut sangat mahal dan mewah.

Kita biasanya tidak membeli barang-barang mahal dalam kehidupan rutin kami sehari-hari. Ketika datang ke toko atau mall, konsumen akan membeli produk yang mudah dan tersedia. Itu karena tidak banyak pilihan dengan tidak banyak alternatif yang signifikan.

Keputusan pembelian agak sulit dan terbatas karena konsumen harus memilih dengan ketersediaan pilihan yang lebih sedikit.

Faktor seperti tidak banyaknya pilihan produk yang tersedia serta keterbatasan waktu dan anggaran memaksa konsumen untuk mengambil keputusan pembelian tanpa melakukan riset yang cukup.

Contoh Perilaku pembelian yang mengurangi disonansi


Share
Trending di Manajemen

Artikel Terkait

Tinggalkan komentar

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.