Memulai Bisnis E-commerce Dari Dasar: Pelajari 8 Langkahnya Disini

Berkat evolusi teknologi, Anda dapat menjalankan bisnis Anda semua di belakang layar komputer saat ini. Jika Anda menyukai ide menjalankan bisnis online, maka bisnis e-commerce mungkin cocok untuk Anda. Baca terus untuk mengetahui cara memulai bisnis e-commerce dan tips agar berhasil membangun bisnis online.

Ringkasan e-commerce

Sebelum Anda mempelajari semua tentang cara memulai bisnis e-commerce, Anda perlu tahu apa itu. Jadi tanpa basa-basi lagi, apa sebenarnya e-commerce itu? E-commerce, atau perdagangan elektronik, adalah tempat transaksi dilakukan melalui internet. Dengan e-commerce, bisnis dapat menjual produk atau layanan secara online.

Transaksi e-commerce dapat terjadi melalui:

  • Komputer
  • Tablet
  • Ponsel pintar

Ada banyak keuntungan memulai bisnis e-commerce. Menjual produk dan layanan secara online tidak hanya nyaman, tetapi juga hemat biaya.

Dengan toko online, Anda mungkin memutuskan tidak perlu menyewakan lokasi fisik. Selain itu, Anda dapat menghemat uang untuk hal-hal seperti utilitas dan pemeliharaan. Selain itu, dengan bisnis e-commerce, lebih mudah menjangkau lebih banyak pelanggan dan berkembang sebagai perusahaan.

Cara memulai bisnis e-commerce dalam 8 langkah

Berpikir untuk memulai toko e-commerce, ya? Hebat! Untuk memulai, ikuti delapan langkah di bawah ini.

1. Cari tahu apa yang ingin Anda jual

Sebelum Anda mulai dan membangun bisnis online Anda, Anda harus menentukan apa yang akan Anda jual. Sepertinya cukup sederhana, bukan? Salah. Menghasilkan apa yang akan Anda tawarkan kepada pelanggan tidak semudah kedengarannya.

Jika Anda belum melakukannya, tentukan produk atau layanan apa yang ingin Anda jual. Setelah Anda menentukan apa yang ingin Anda jual secara online, Anda dapat…

2. Melakukan riset

Melakukan riset adalah salah satu bagian terpenting dalam memulai semua jenis bisnis. Riset Anda dapat menentukan keputusan yang Anda buat dan arah yang Anda ambil.

Dengan riset yang baik, Anda dapat membangun fondasi yang kokoh untuk bisnis e-commerce Anda. Tetapi dengan riset yang buruk, Anda bisa berakhir dengan menargetkan pasar yang salah, membuat banyak kesalahan, dll.

Saat Anda membangun bisnis e-commerce, Anda perlu meneliti:

  • Kompetisi
  • Pasar
  • Model bisnis (mis., Layanan langganan, grosir, dll.)
  • Pemasok potensial
  • Biaya
  • Undang-undang dan peraturan perdagangan elektronik (misalnya, hubungan ekonomi)

Ya, melakukan riset bisa memakan waktu. Namun, ini mutlak diperlukan jika Anda ingin bisnis Anda sukses dalam jangka panjang. Plus, ini akan membantu Anda menulis dan membangun rencana bisnis kecil e-commerce Anda.

3. Pilih struktur bisnis

Ada beberapa jenis struktur bisnis yang dapat Anda pilih saat memulai bisnis. Tetapi ketika berbicara tentang struktur bisnis untuk perusahaan e-commerce, ada beberapa struktur yang lebih cocok.

Struktur bisnis paling populer untuk bisnis e-niaga meliputi:

  • Kepemilikan tunggal
  • Perseroan terbatas (PT)
  • Kemitraan umum

Ingatlah bahwa, dalam banyak kasus, Anda tidak terbatas pada jenis struktur bisnis yang Anda pilih. Namun, di beberapa negara bagian, bisnis e-commerce mungkin tidak dapat menggunakan struktur tertentu. Misalnya, beberapa negara bagian tidak mengizinkan pedagang e-commerce memiliki kemitraan kewajiban terbatas.

Sebelum Anda memilih struktur bisnis, lakukan riset, pertimbangkan pro dan kontra masing-masing, dan tanyakan kepada negara bagian Anda untuk mengetahui struktur apa yang dapat dan tidak dapat Anda gunakan.

👉 Baca juga struktur organisasi perusahaan.

4. Pilih nama bisnis Anda

Salah satu tanggung jawab terbesar yang Anda miliki ketika memulai bisnis online Anda adalah memilih nama bisnis Anda. Nama perusahaan Anda dapat menjadi aset bisnis Anda yang paling berharga. Jadi, itu perlu dilakukan.

Saat memilih nama bisnis, usahakan agar tetap pendek dan sederhana. Semakin mudah menghafal dan mengucapkan, semakin mudah orang menemukan bisnis Anda secara online. Selain itu, berani tampil beda dan jangan takut untuk menjadi kreatif. Anda dapat memiliki nama bisnis yang mudah diingat dan unik pada saat yang bersamaan.

Setelah Anda mendapatkan ide kreatif mengalir dan menemukan nama bisnis yang selaras dengan perusahaan dan misi Anda, ingatlah untuk melakukan pekerjaan rumah Anda untuk memastikan nama tersebut belum pernah digunakan. Anda dapat mengetahui apakah nama tersebut tersedia dengan Googling, menjalankan pencarian merek dagang, dan melihat nama domain.

ADVERTISEMENT

Setelah Anda menentukan nama yang tepat untuk bisnis e-commerce Anda, daftarkan nama bisnis Anda ke pemerintah. Dalam beberapa kasus, seperti dengan perusahaan, Anda mendaftarkan nama Anda saat mengajukan dokumen untuk membentuk bisnis.

5. Dapatkan lisensi dan izin

Bergantung pada apa yang bisnis Anda lakukan, Anda mungkin juga perlu mendapatkan lisensi dan izin bisnis tertentu .

Lisensi dan izin memungkinkan Anda untuk menjalankan bisnis Anda dan melakukan fungsi tertentu, seperti mengumpulkan pajak penjualan. Ajukan dan dapatkan izin dan lisensi bisnis yang sesuai untuk menjalankan bisnis e-commerce Anda secara legal.

Beberapa jenis lisensi dan izin yang mungkin perlu Anda dapatkan termasuk izin pajak penjualan, izin usaha, izin penjualan kembali, atau izin profesional. Lihat prosedur lengkapnya di Izin.co.id.

6. Buat situs web dan toko online Anda

Sekarang ke bagian yang menyenangkan: merancang dan membuat situs web dan toko online Anda. Situs web Anda akan menjadi wajah bisnis e-commerce Anda. Itu yang akan dilihat oleh semua calon pelanggan Anda. Jadi, penting untuk memastikan situs web Anda sesuai merek, mudah dinavigasi, dan dirancang dengan baik.

Saat Anda mengembangkan toko online, pikirkan hal-hal seperti nama domain, pengalaman pengguna (Inggris: user experience), desain, dan palet warna. Anda pasti ingin memastikan bahwa nama domain Anda sangat cocok dengan nama bisnis yang Anda pilih. Desain, warna, logo bisnis, dan gambar Anda harus selaras dengan bisnis dan merek Anda.

Jika Anda seperti kebanyakan pemilik bisnis, Anda mungkin bukan ahli dalam desain situs web. Untuk mewujudkan visi bisnis e-commerce Anda, rekrut seorang desainer web atau orang yang ahli.

Selain menyewa desainer web, Anda mungkin ingin menyewa spesialis pengoptimalan mesin telusur untuk membantu memastikan situs web Anda mudah ditemukan dan ramah SEO. Pertimbangkan untuk mempelajari kembali praktik terbaik SEO sehingga Anda juga dapat sepenuhnya memahami cara mengoptimalkan situs dan halaman Anda.

👉 Baca juga tips sukses e-commerce.

7. Pasarkan bisnis Anda

Untuk menarik calon pelanggan ke situs web bisnis Anda, Anda perlu melakukan lebih dari sekadar SEO. Anda juga harus mengiklankan bisnis Anda dan memasarkannya kepada pelanggan Anda.

Ada beberapa cara untuk memasarkan bisnis e-commerce Anda. Berikut ini beberapa di antaranya:

  • Sebarkan beritanya di media sosial
  • Memanfaatkan iklan bayar per klik (PPC)
  • Jual di berbagai saluran (mis., BukaLapak, TokoPedia, Shopee, dll.)
  • Mulailah sebuah blog
  • Kirim kampanye email
  • Minta pelanggan saat ini untuk meninggalkan ulasan online

8. Mengotomatiskan proses

Sebagai pemilik bisnis, Anda akan memiliki banyak hal di piring Anda dalam hal keuangan dan pajak. Untuk membantu menjaga agar keuangan Anda teratur dan pembukuan akuntansi Anda akurat dan terkini, pertimbangkan untuk mengotomatiskan proses akuntansi Anda.

Alih-alih melakukan akuntansi dengan tangan atau menyewa seorang pemegang buku, pertimbangkan untuk berinvestasi dalam software akuntansi.  Software atau perangkat lunak akuntansi dapat membantu Anda mengatur pembukuan dan melacak pendapatan dan pengeluaran.

Selain mengotomatiskan akuntansi Anda, Anda mungkin juga ingin mengotomatiskan tugas lain, seperti mengirim email kepada pelanggan, memposting di media sosial, dan membayar tagihan.

Tips membangun bisnis e-commerce yang sukses

Ingin bisnis e-commerce Anda sangat sukses? Siapa yang tidak? Untuk membantu e-commerce Anda berkembang selama bertahun-tahun, lihat tips berikut:

  1. Jangan terburu-buru prosesnya (alias luangkan waktu Anda saat memulai bisnis e-commerce Anda)
  2. Tempatkan diri Anda pada posisi calon pelanggan
  3. Uji sebanyak mungkin
  4. Tetap melakukan pengoptimalan mesin pencari (SEO)
  5. Beri perhatian kepada perangkat seluler (mis., Ponsel cerdas, tablet, dll.) untuk penampilan website Anda
  6. Fokus pada pengalaman pengguna atau user experience
  7. Manfaatkan media sosial untuk keuntungan Anda
  8. Lacak analitik untuk melihat posisi Anda dan tetapkan tujuan

Ingatlah bahwa butuh waktu untuk memulai semua jenis bisnis, online atau tidak. Saat membangun bisnis e-commerce Anda, jangan takut untuk mencoba hal baru, mengambil risiko, dan menunjukkan kepada pelanggan Anda siapa Anda sebenarnya (mereka akan menghargai transparansi).

ADVERTISEMENT


Share
Trending di Pemasaran

Artikel Terkait

Tinggalkan komentar

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.