Apa Itu Manajemen Modal Kerja?

Photo of author


Manajemen modal kerja – didefinisikan sebagai aset lancar dikurangi kewajiban lancar – adalah alat bisnis yang membantu perusahaan menggunakan aset lancar secara efektif dan mempertahankan arus kas yang cukup untuk memenuhi tujuan dan kewajiban jangka pendek.

Dengan mengelola modal kerja secara efektif, perusahaan dapat membebaskan uang tunai yang seharusnya terperangkap di neraca mereka. Akibatnya, mereka mungkin dapat mengurangi kebutuhan akan pinjaman eksternal, memperluas bisnis mereka, mendanai merger atau akuisisi, atau berinvestasi dalam R&D.

Modal kerja sangat penting untuk kesehatan setiap bisnis, tetapi mengelolanya secara efektif adalah tindakan penyeimbang. Perusahaan perlu memiliki cukup uang tunai yang tersedia untuk menutupi biaya yang direncanakan dan tidak terduga, sementara juga memanfaatkan dana yang tersedia dengan sebaik-baiknya.

Hal ini dicapai dengan pengelolaan yang efektif dari  hutang,  piutang, persediaan, dan uang tunai.

Rumus modal kerja

Modal kerja dihitung dengan mengurangkan kewajiban lancar dari aset lancar. Artinya rumus modal kerja dapat digambarkan sebagai berikut:

Modal kerja = aset lancar – kewajiban lancar

Aset lancar termasuk aset seperti kas dan piutang, dan kewajiban lancar termasuk hutang.

Metrik modal kerja penting lainnya meliputi:

  • Days Sales Outstanding (DSO)  – jumlah hari rata-rata yang dibutuhkan pelanggan perusahaan untuk membayar faktur mereka.
  • Days Payables Outstanding (DPO)  – jumlah hari rata-rata yang dibutuhkan perusahaan untuk membayar pemasoknya.
  • Days Inventory Outstanding (DIO)  – jumlah hari rata-rata yang dibutuhkan perusahaan untuk menjual inventarisnya.
  • Cash Conversion Cycle (CCC)  – rata-rata waktu yang dibutuhkan perusahaan untuk mengubah investasinya dalam persediaan menjadi uang tunai.

CCC dihitung sebagai berikut:

CCC = DIO + DSO – DPO

Semakin pendek CCC perusahaan, semakin cepat ia mengubah uang tunai menjadi persediaan dan kemudian kembali menjadi uang tunai.

Perusahaan dapat mengurangi siklus konversi kas mereka dengan tiga cara: dengan meminta pelanggan untuk membayar lebih cepat (mengurangi DSO), memperpanjang jangka waktu pembayaran kepada pemasok (meningkatkan DPO) atau mengurangi waktu penyimpanan persediaan (mengurangi DIO).

Tujuan manajemen modal kerja

Modal kerja adalah metrik penting yang harus diperhatikan oleh bisnis, karena mewakili jumlah modal yang mereka miliki untuk melakukan pembayaran, menutupi biaya tak terduga, dan memastikan bisnis berjalan seperti biasa.

Namun, manajemen modal kerja tidak sesederhana itu, dan ada beberapa tujuan dari program manajemen modal kerja, termasuk:

1. Memenuhi kewajiban

Manajemen modal kerja harus selalu memastikan bahwa bisnis memiliki likuiditas yang cukup untuk memenuhi kewajiban jangka pendeknya, seringkali dengan menagih pembayaran dari pelanggan lebih cepat atau dengan memperpanjang jangka waktu pembayaran pemasok.

Biaya tak terduga juga dapat dianggap sebagai kewajiban, sehingga hal ini juga perlu diperhitungkan dalam pendekatan pengelolaan modal kerja.

2. Mengembangkan bisnis


Share

Artikel Terkait

Trending di Akuntansi

Terbaru

Tinggalkan komentar

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.