Apa Itu Pemasaran Relasional: Definisi, Jenis, Strategi, Manfaat & Contoh

Photo of author


Sangat penting bagi pemasar (marketer) untuk tidak hanya menarik pelanggan baru tetapi juga mempertahankan pelanggan yang sudah ada. Perlu diingat bahwa mendapatkan pelanggan baru dapat menghabiskan biaya jauh lebih besar daripada mempertahankan pelanggan yang sudah ada. Jika perusahaan tidak dapat meningkatkan basis pelanggan mereka, mereka tidak akan dapat bertahan dalam jangka panjang.

Pemasaran relasional atau relationship marketing memainkan peran penting dalam situasi yang ambigu ini. Menurut seorang penulis bisnis, Murphy dan Mark, peningkatan retensi pelanggan sebesar 2% dapat menurunkan biaya sebanyak 10%. Meningkatkan retensi (daya mempertahankan) pelanggan sebesar 5% dapat meningkatkan profitabilitas bisnis antara 25% hingga 75%. Bagi pemasar dari perusahaan dengan sumber daya terbatas, apa yang mereka sukai, menarik pelanggan baru, atau mempertahankan pelanggan lama?

Apa Itu Pemasaran Relasional?

Pemasaran relasional adalah strategi pemasaran yang berkonsentrasi pada hubungan pelanggan jangka panjang. Daripada berfokus pada penjualan satu kali, ini menekankan retensi (mempertahankan) pelanggan, kepuasan dan loyalitas, dan keterlibatan jangka panjang.

Tujuan utama dari pemasaran relasional pelanggan adalah mengembangkan hubungan emosional pelanggan dengan merek yang dapat meningkatkan transaksi penjualan jangka panjang.

Dengan berkembangnya platform internet dan media sosial, pemasaran relasional atau pemasaran hubungan telah berevolusi secara bertahap.

Perusahaan sekarang dapat melacak, menganalisis, dan memanfaatkan sejumlah besar informasi pelanggan dan dapat melayani mereka pada tingkat yang lebih pribadi.

Pemasaran Relasional Vs. Pemasaran Transaksional

Pendekatan pemasaran transaksional berfokus pada penjualan satu kali. Teknik pemasaran ini membidik seluruh pasar dengan segala cakupan yang ada yakni potensi untuk menarget non-pelanggan.

Dengan strategi komunikasi 4P, pemasar meyakinkan pelanggannya untuk memilih merek setidaknya satu kali. Dengan ketersediaan strategi pemasaran transisi dan hubungan yang baik, pelanggan dapat berulang kali membeli merek yang sama.


Share

Artikel Terkait

Trending di Pemasaran

Terbaru

Tinggalkan komentar

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.