Apa Itu Pemasaran Upselling Dan Langkah Menerapkannya Berikut Contoh

Photo of author


Upselling adalah strategi penjualan yang mendorong pelanggan untuk membeli versi produk yang lebih mahal daripada yang awalnya ingin mereka beli.

Karena mendapatkan pelanggan baru bisa jauh lebih mahal daripada menjual ke pelanggan yang sudah ada, maka perusahaan akan sering menggunakan teknik seperti upselling untuk meningkatkan pendapatan penjualan.

Misalnya, seorang wiraniaga dapat menunjukkan kepada pelanggan model mobil mewah berdampingan dengan model biasa atau menunjukkan manfaat komputer yang lebih canggih dengan hard drive yang lebih cepat.

Upselling sering dikacaukan atau digunakan secara bergantian dengan cross-selling, yang merupakan praktik menawarkan produk tambahan yang relevan kepada pelanggan untuk melengkapi pembelian yang sudah ada.

Contoh penjualan cross-selling adalah merekomendasikan kaos kaki untuk digunakan bersama sepatu, berbeda dengan upselling yang bukan menawarkan kaoas kaki melain menawarkan tipe sepatu lebih mahal harganya dibanding yang akan dibeli pelanggan.

Baik upselling dan cross-selling adalah metode untuk meningkatkan penjualan kepada pelanggan yang sudah ada, tetapi keduanya menggunakan pendekatan yang sedikit berbeda dalam melakukannya.

Baca juga Apa Itu Cross-Selling? Pengertian, Strategi, Kelebihan & Kekurangan Cross Selling.

Pengertian Apa Itu Pemasaran Upselling?

Konsep pemasaran upselling adalah mencoba menjual produk yang lebih mahal dimana penjualan dilakukan untuk membuat pelanggan membelanjakan lebih banyak uang untuk versi produk lebih canggih dan mahal daripada pelanggan ingin beli.

Langkah-langkah Yang Diperlukan Dalam Menerapkan Pemsaran Upselling

Langkah-langkah ini  dapat membantu pengguna fokus pada hubungan organisasi mereka dengan individu termasuk pelanggan, pengguna layanan, kolega, atau pemasok.

1) Membangun Kepercayaan dan Loyalitas Pelanggan

Upselling harus berfungsi sebagai jalan dua arah: pelanggan mendapatkan nilai tambah sebagai imbalan atas loyalitas dan kepercayaan mereka.

Seringkali, ketika orang berpikir untuk menjual, mereka membayangkan seorang penjual mobil bekas mencoba menipu mereka agar membeli mobil sport padahal yang mereka butuhkan hanyalah sesuatu yang praktis. Bukan itu cara kerja upselling yang sukses.

Sebaliknya, tenaga penjualan harus bekerja untuk membangun hubungan timbal balik dengan pelanggan dan mendorong loyalitas pelanggan jangka panjang. Untuk memulainya, ini dapat dilakukan dengan mengambil peran sebagai konsultan alih-alih sebagai tenaga penjualan:

Kenali produk Anda luar dalam

Sangat penting untuk mengetahui dengan baik tentang produk atau layanan yang Anda jual dan siap untuk membantu pelanggan dan menawarkan dukungan individual sesuai kebutuhan.

Jika Anda tidak dapat menjawab pertanyaan atau mengatasi masalah individu, mereka dapat kehilangan kepercayaan pada perusahaan atau produk Anda.

Membuat saran berdasarkan preferensi pelanggan.

Pelanggan dapat dengan mudah merasa diasingkan jika mereka merasa seperti didorong untuk membeli sesuatu yang tidak mereka butuhkan. Sebaliknya, harus jelas bahwa dengan melakukan pembelian memberi mereka nilai tambah yang nyata.

Jadikan layanan pelanggan sebagai prioritas. 


Share

Artikel Terkait

Trending di Pemasaran

Terbaru

Tinggalkan komentar

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.