Pengertian Pemegang Saham Adalah: Jenis Dan Hak Pemegang Saham

Perusahaan ketika ingin berkembang atau tumbuh dalam bisnis, perlu mengumpulkan dana dari pasar saham dengan cara menerbitkan saham atau dengan menerbitkan surat hutang (obligasi).

Jadi, saham adalah sekuritas perusahaan yang dipegang oleh masyarakat (publik) setelah mereka membeli surat bagian kepemilikan atas perusahaan yang diterbitkan oleh emiten (perusahaan penerbit saham) di perusahaan sekuritas seperti Mandiri Sekuritas dan atau BNI Sekuritas.

ADVERTISEMENT

šŸ‘‰ Baca juga pengertian perusahaan Go Public.

Orang-orang yang telah membeli saham atau telah mengambil bagian kepemilikan perusahaan dikenal sebagai pemegang saham.

Jenis pemegang saham menjadi pemilik bagian sebuah perusahaan berdasarkan persentase saham yang mereka miliki.

Pengertian Apa itu Pemegang Saham?

Atau juga disebut shareholder, pemegang saham adalah orang perseorangan, perusahaan atau lembaga yang memiliki sekurang-kurangnya satu saham di suatu perusahaan dan yang namanya diterbitkan surat saham. Perusahaan publik dan swasta dapat menerbitkan saham kepada investor.

Biasanya, pengaruh pemegang saham dalam suatu organisasi bergantung pada persentase saham yang dimiliki.

Pemegang saham yang memiliki lebih dari setengah saham perusahaan mengendalikan perusahaan dan dikenal sebagai pemegang saham mayoritas.

ADVERTISEMENT

Sedangkan pemegang saham yang memiliki kurang dari 50% saham perusahaan dikenal sebagai pemegang saham minoritas dan memiliki pengaruh yang sangat kecil terhadap operasi harian perusahaan.

Persentase kepemilikan saham mereka juga menentukan hak mereka untuk memberikan suara dalam urusan bisnis dan untuk duduk di dewan direksi.

Karena mereka adalah pemilik perusahaan, mereka menuai keuntungan finansial dan menanggung risiko.Ā Imbalan mereka berasal dari kenaikan harga saham dan keuntungan yang dibagikan dalam bentuk dividen.Ā Risiko yang mereka tanggung adalah penurunan harga saham dan perusahaan merugi sehingga tidak ada pembayaran dividen.Ā Jika sebuah perusahaan bangkrut, pemegang saham akan dibayar terakhir dan dapat kehilangan seluruh investasi mereka.

šŸ‘‰ Baca juga tentang pengertian IPO.

ADVERTISEMENT

Berbagai Jenis Pemegang Saham

Jenis pemegang saham berbeda-beda tergantung pada jenis kepemilikan dan kendali.

Jika perusahaan telah mengumpulkan dana denganĀ menerbitkan saham ekuitasĀ atauĀ saham preferen maka pemilik kedua jenis saham ini masing-masing dikenal sebagai Pemegang Saham Ekuitas dan Pemegang Saham Preferen.

Jika perusahaan telah mengumpulkan uang melalui pinjaman yaitu dengan menerbitkan surat hutang (Obligasi) maka mereka dikenal sebagai pemegang Debenture.

Mereka semua memiliki hak yang berbeda-beda dalam bekerja di perusahaan.

Sebagian besar perusahaan memiliki dua jenis pemegang saham:

1. Pemegang Saham Biasa / Ekuitas

Mayoritas individu atau organisasi yang memiliki saham di suatu perusahaan adalah pemegang saham biasa.

Pemegang saham biasa biasanya memiliki hak untuk memberikan suara pada keputusan perusahaan tertentu dalam RUPS (Rapat Umum Pemegang Saham). Misalnya suara mereka dapat memutuskan apakah ada direktur, auditor, peningkatan hutang, akuisisi, dll yang harus dilakukan atau tidak. Jika pemegang saham mayoritas menentang mosi tersebut maka direksi perusahaan harus mematuhi keputusan pemegang saham.

Berhak menerima dividen umum yang diumumkan dan akan menerima nilai sisa aset. Dalam hal kebangkrutan, pemegang saham biasa adalah yang terakhir mendapatkan pengembalian dari likuidasi.

Perusahaan pertama-tama akan membayar kreditur (kewajiban), kemudian membayar pemegang saham preferen baru kemudian pemegang saham biasa.

Mereka juga sering menikmati hak memesan efek terlebih dahulu (tergantung pada sistem hukum negara yang bersangkutan), yang memungkinkan mereka untuk membeli sejumlah saham baru yang telah ditawarkan perusahaan sebelum tersedia bagi investor baru.

Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu menarik bagi pemegang saham biasa karena perusahaan biasanya menawarkannya dengan harga berlangganan per saham.

šŸ‘‰ Pelajari lebih lanjut tentang Saham Biasa.

2. Pemegang Saham Preferen

Pemegang saham preferen menikmati lebih banyak hak daripada pemegang saham biasa. Mereka menerima dividen sebelum pemegang biasa, dan dalam kebangkrutan mereka memiliki klaim pertama atas aset setelah kreditur dan sebelum pemegang biasa. Pemegang saham preferen sering menerima pembayaran dividen secara berkala.

Biasanya, saham preferen diterbitkan dengan nilai nominal dan dividennya dihitung sebagai persentase nilai. Klaim pemegang saham preferen terhadap aset terbatas pada harga penerbitan saham, sehingga harga mereka tidak berfluktuasi sebanyak saham biasa.

Masalah saham preferensi dan akuntansi
Harga masalah

Rp 1.000.000

Saham diterbitkan

10.0

Masalah total

Rp 10.000.000

Hasil dividen

10,0%

Akuntansi masalah
Aktiva L&E
Tunai

Rp 10.000.000

PilihanĀ saham

10.000.000

Akuntansi dividen
Aktiva L&E
Tunai

(1.000.000)

Pendapatan yang disimpan

(1.00.000)

Pemegang saham preferrn terkadang dapat mengubah saham mereka menjadi sejumlah saham biasa yang tetap. Saham preferen ini dikenal sebagai saham preferen yang dapat dikonversiĀ .

Perdagangan saham preferen memiliki cara yang mirip dengan obligasi. Nilai saham preferen turun saat imbal hasil naik dan sebaliknya.

šŸ‘‰ Baca juga tentang Saham Preferen.

Hak Pemegang Saham

Karena pemegang saham secara de facto merupakan pemilik sebagian dari sebuah perusahaan, maka para pemegang saham menikmati beberapa hak sesuai dengan peraturan perusahaan. Beberapa dari hak mereka termasuk –

  • Kontrol atas keputusan eksekutif utama perusahaan, seperti penunjukan anggota dewan, persetujuan atau perbedaan pendapat tentang potensi merger, dll.
  • Menerima dividen.
  • Hak untuk melihat-lihat catatan dan pembukuan perusahaan.
  • Menghadiri pertemuan umum tahunan, baik secara langsung atau melalui telepon konferensi.
  • Kekuasaan untuk menuntut perusahaan, jika terjadi kesalahan di pihak pejabat atau direkturnya.
  • Hak atas alokasi proporsional dari hasil yang dikumpulkan pada saat likuidasi aset perusahaan.
  • Jika pemegang saham tidak dapat menghadiri rapat, dia memiliki hak untuk memberikan suara pada hal-hal utama perusahaan melalui proxy, melalui platform online atau surat suara masuk.

Poin Penting:

  • Pemegang saham adalah orang-orang yang memegang sebagian saham di suatu perusahaan.
  • Mereka memiliki kekuatan untuk menyetujui atau tidak menyetujui keputusan yang diambil oleh promotor berdasarkan suara mereka.
  • Saham dikeluarkan untuk menambah modal bagi perusahaan dan pemilik saham dikenal sebagai pemegang sahamnya.
  • Perusahaan dapat mengumpulkan dana dengan cara menerbitkan saham baik saham ekuitas atau saham preferensi atau dengan cara pinjaman (yaitu dengan menerbitkan surat hutang).
  • Tidak semua jenis pemegang saham memiliki hak yang sama. Hal itu tergantung pada jenis saham yang mereka miliki.

Pemegang Saham Vs. Pemangku Kepentingan

Pemegang saham harus memiliki setidaknya satu saham dalam suatu perusahaan, dan sedangkan pemangku kepentingan (stakeholder) memiliki kepentingan terhadap kinerja suatu perusahaan tetapi tidak harus memiliki saham di dalamnya. Kepentingan pemangku kepentingan dalam perusahaan mungkin berupa uang.

Pemegang saham adalah pemangku kepentingan dalam suatu perusahaan, tetapi pemangku kepentingan belum tentu merupakan pemegang saham. Beberapa contoh pemangku kepentingan termasuk karyawan dan pelanggan perusahaan.

Itulah keseluruhan informasi mengenai pengertian apa itu pemegang saham (shareholder), jika ada feedback maka silahkan langsung utarakan di area komentar.


Share

Tinggalkan komentar

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.