Pengertian Apa Itu Inflasi?

Anda mungkin tahu bahwa inflasi banyak berkaitan dengan harga barang dan jasa, tetapi Anda tidak begitu yakin bagaimana mereka terkait. Mengapa inflasi terjadi, dari mana asalnya, dan mengapa inflasi penting bagi usaha kecil ? Karenanya artikel pengertian apa itu inflasi penting untuk anda.

Pengertian apa itu inflasi?

Sederhananya, inflasi adalah kondisi di mana harga barang dan jasa naik dari waktu ke waktu. Bisa juga dianggap sebagai pengurangan nilai mata uang, karena konsumen  membeli lebih sedikit dari sebelumnya mereka dapat dengan nominal rupiah yang sama.

Inflasi mengurangi daya beli setiap unit mata uang, yang mengarah pada kenaikan harga barang dan jasa dari waktu ke waktu. Ini adalah istilah ekonomi yang berarti Anda harus menghabiskan uang lebih banyak untuk mengisi tangki bensin Anda, membeli satu galon susu, membeli sekilo kentang, atau memotong rambut. Dengan kata lain, inflasi meningkatkan biaya hidup Anda.

Inflasi Indonesia telah mengurangi nilai Rupiah. Bandingkan nilai Rupiah hari ini dengan yang di masa lalu. Jadi saat harga naik, nilai uang Anda akan turun. Karena itu, ini dapat mengurangi standar hidup Anda seiring waktu.

Itulah sebabnya Presiden Ronald Reagan berkata, “Inflasi sama bengisnya dengan perampok, sama menakutkannya seperti perampok bersenjata, dan sama mematikannya dengan pembunuh bayaran.”

Penjelasan kunci tentang inflasi:

  • Inflasi terjadi ketika harga naik tetapi daya beli turun selama periode tertentu.
  • Permintaan, penawaran, dan harapan tentang barang mempengaruhi tingkat inflasi.
  • Pemerintah menggunakan kebijakan moneter untuk mengelola inflasi.
  • Anda dapat melindungi diri dari inflasi melalui investasi yang bijak.

Tingkat inflasi

Tingkat inflasi adalah persentase kenaikan atau penurunan harga selama periode tertentu, biasanya sebulan atau setahun. Persentase memberi tahu Anda seberapa cepat harga naik selama periode tersebut. Misalnya, jika tingkat inflasi untuk satu galon gas adalah 2% per tahun, maka harga gas akan lebih tinggi dari 2% tahun depan.

Itu berarti satu galon gas yang berharga Rp 1.000.000 tahun ini akan berharga Rp 1.100.000 tahun depan.

Jika tingkat inflasi lebih dari 50% dalam sebulan, itu hiperinflasi. Jika inflasi terjadi bersamaan dengan resesi, itu adalah stagflasi. Naiknya harga aset seperti perumahan, emas, atau saham disebut inflasi aset.

Tingkat inflasi adalah komponen penting dari indeks kesengsaraan (gabungan tingkat pengangguran dan inflasi), yang merupakan indikator ekonomi yang membantu menentukan kesehatan keuangan warga negara rata-rata.

Komponen lainnya adalah tingkat pengangguran. Ketika indeks kesengsaraan lebih tinggi dari 10%, itu berarti orang menderita resesi, inflasi yang deras, atau keduanya. Dengan kata lain, inflasi atau pengangguran lebih besar dari 10%.

Penyebab terjadinya Inflasi

Ada dua penyebab inflasi . Yang paling umum adalah Demand-Pull Inflation (inflasi permintaan). Saat itulah permintaan melebihi persediaan barang atau jasa. Pembeli sangat menginginkan produk tersebut sehingga mereka bersedia membayar harga yang lebih tinggi.

Cost Push Inflation (inflasi yang disebabkan oleh kenaikan biaya produksi) adalah penyebab kedua, penyebab ini kurang umum. Inflasi ini terjadi ketika harga keseluruhan naik (inflasi) karena kenaikan biaya upah dan bahan baku.

Biaya produksi yang lebih tinggi dapat menurunkan penawaran agregat (jumlah total produksi) dalam perekonomian. Karena permintaan barang tidak berubah, kenaikan harga dari produksi diteruskan ke konsumen yang menciptakan inflasi yang menekan biaya.

Beberapa sumber mengatakan bahwa peningkatan jumlah uang beredar juga menyebabkan inflasi. Itu salah tafsir tentang teori moneterisme.

Dikatakan penyebab utama inflasi adalah pencetakan terlalu banyak uang oleh pemerintah. Akibatnya, modal terlalu banyak mengejar barang terlalu sedikit. Ini menciptakan inflasi dengan memicu baik Demand-Pull Inflation atau Cost Push Inflation.

Beberapa juga menghitung inflasi bawaan sebagai penyebab ketiga. Ini faktor ekspektasi masyarakat terhadap inflasi di masa depan.

Ketika harga naik, tenaga kerja mengharapkan kenaikan upah. Tetapi upah yang lebih tinggi menaikkan biaya produksi, yang akibatnya menaikkan harga barang dan jasa lagi. Ketika sebab-akibat ini berlanjut, itu menjadi spiral harga-upah.

Inflasi dan IHK

Badan Pusat Statistik (BPS) menggunakan Indeks Harga konsumen (IHK) untuk mengukur inflasi. Indeks yang menghitung rata-rata perubahan hargadari suatu paket barang dan jasa yang dikonsumsi oleh rumah tangga dalam kurun waktu tertentu. IHK merupakan indikator yang digunakan untuk mengukur tingkat inflasi.

Perubahan IHK dari waktu ke waktu menggambarkan tingkat kenaikan (inflasi) atau tingkat penurunan (deflasi) dari barang dan jasa.

Beberapa sumber salah mengartikan ada perbedaan antara inflasi dan IHK. Pada faktanya adalah tidak ada perbedaan. IHK adalah alat yang mengukur inflasi. Dan bukan bentuk inflasi yang berbeda.

Pengeluaran Konsumsi Pribadi indeks harga juga mengukur inflasi. Ini mencakup lebih banyak barang dan jasa bisnis daripada IHK. Misalnya, termasuk layanan perawatan kesehatan yang dibayar oleh asuransi kesehatan. IHK hanya mencakup tagihan medis yang dibayar langsung oleh konsumen.

Bagaimana inflasi mempengaruhi suku bunga?

Inflasi adalah kondisi penting untuk bisnis kecil karena mempengaruhi suku bunga, yang berdampak pada berapa biaya untuk meminjam uang. Di jantung hubungan antara inflasi dan suku bunga adalah suku bunga riil dan nominal.

Suku bunga nominal adalah suku bunga yang diinformasikan oleh bank Anda. Mereka, misalnya, bunga yang diperoleh dari tabungan yang ada di rekening tabungan Anda.

Suku bunga riil adalah tingkat bunga nominal yang disesuaikan dengan inflasi.

Dalam skenario ekonomi di mana terdapat inflasi 4% dan Anda memiliki pinjaman suku bunga variabel pada bunga 10% yang disesuaikan dengan inflasi, suku bunga riil yang akan Anda bayar adalah 14%. Dengan kata lain, inflasi dapat menyebabkan Anda kehilangan lebih banyak uang. Ini adalah salah satu kondisi dimana inflasi mempengaruhi tingkat suku bunga.

Bagaimana Bank Sentral Mengelola Inflasi

Bank sentral di seluruh dunia menggunakan kebijakan moneter untuk menghindari inflasi dan kebalikannya, deflasi. Di Indonesia Kebijakan moneter Bank Indonesia ditujukan untuk mengelola tekanan harga yang berasal dari sisi permintaan aggregat (demand management) relatif terhadap kondisi sisi penawaran.

Kebijakan moneter tidak ditujukan untuk merespon kenaikan inflasi yang disebabkan oleh faktor yang bersifat kejutan yang bersifat sementara (temporer) yang akan hilang dengan sendirinya seiring dengan berjalannya waktu.

Penetapan Target Inflasi

Target atau sasaran inflasi merupakan tingkat inflasi yang harus dicapai oleh Bank Indonesia, berkoordinasi dengan Pemerintah. Penetapan sasaran inflasi berdasarkan UU mengenai Bank Indonesia dilakukan oleh Pemerintah. Dalam Nota Kesepahaman antara Pemerintah dan Bank Indonesia, sasaran inflasi ditetapkan untuk tiga tahun ke depan melalui Peraturan Menteri Keuangan (PMK). Berdasarkan PMK No.66/PMK.011/2012 tentang Sasaran Inflasi tahun 2013, 2014, dan 2015 tanggal 30 April 2012 sasaran inflasi yang ditetapkan oleh Pemerintah untuk periode 2013 – 2015, masing-masing sebesar 4,5%, 4,5%, dan 4% masing-masing dengan deviasi ±1%.

Cara Melindungi Diri Anda Dari Inflasi

Cara paling ampuh untuk melindungi diri dari inflasi adalah dengan meningkatkan penghasilan Anda (Baca cara menjadi kaya). Kenaikan tahunan 4%, atau promosi yang memberi Anda keuntungan 20%, akan membuat inflasi tidak relevan. Tetapi jika itu bukan opsi, atau Anda memiliki penghasilan tetap, maka Anda harus mencari opsi penghasilan lain.

Salah satu cara untuk melindungi tabungan Anda adalah berinvestasi di bursa saham. Cara ini mampu mengembalikan sekitar 10% dari investasi dari waktu ke waktu.

Seperti biasa, konsultasikan dengan perencana keuangan Anda sebelum membuat keputusan keuangan apa pun untuk memastikan ini sesuai dengan tujuan Anda.

Bagaimana Anda bisa melindungi bisnis Anda dari inflasi?

Inflasi adalah kekuatan pasar yang tidak dapat Anda kendalikan, jadi penting untuk memiliki strategi proaktif dan reaktif terhadap inflasi. Ini semua dimulai dengan tetap terinformasi: Jika suku bunga riil rendah, itu saat yang tepat untuk mengambil pinjaman. Jika tinggi, mungkin lebih baik menunggu hingga turun.

Jika inflasi datang dan para ahli memprediksikan harga barang naik, ada beberapa strategi yang dapat Anda terapkan untuk melindungi bisnis Anda. Tujuan utama, bagaimanapun, harus melindungi modal sebanyak mungkin untuk menghadapi kenaikan harga.

  • Kurangi hutang. Anda akan membutuhkan lebih banyak uang tunai untuk menghadapi kenaikan biaya inflasi. Jika Anda dapat mengkonsolidasikan utang atau melunasi kreditor sebelum lonjakan inflasi, Anda dapat tetap fleksibel secara finansial.
  • Pikirkan kembali pemasok Anda. Pertimbangkan dengan siapa Anda bekerja di sisi penawaran bisnis Anda, dan lakukan yang terbaik untuk memangkas biaya jika memungkinkan.

Sebagai pemilik usaha besar dan kecil, Anda perlu memahami inflasi dan bagaimana pengaruhnya terhadap perusahaan Anda. “Inflasi” adalah kata kunci yang didengar kebanyakan orang tetapi hanya sedikit yang benar-benar mengerti.

Tinggalkan komentar