Pengertian Surplus Adalah: Contoh, Penyebab, Efek Dan Cara Menghitung Surplus

Photo of author


Pengertian surplus adalah?

Pengertian surplus adalah ketika Anda memiliki kelebihan atau sisa dari yang Anda butuhkan atau rencanakan untuk digunakan.

Misalnya, saat Anda memasak makanan, jika Anda memiliki sisa makanan setelah semua orang makan, Anda memiliki makanan berlebih dan kelebihan makanan tersebut disebut surplus.

Anda dapat memilih untuk membuang sisa makanan itu, menimbunnya, atau mencoba mencari orang lain, seperti tetangga, yang ingin memakan makanan tersebut. Itulah contoh surplus.

Dan dalam dunia ekonomi dikenal dengan istilah surplus ekonomi, dimana surplus ekonomi adalah total surplus konsumen dan produsen dalam suatu perekonomian.

1. Surplus Konsumen

Surplus konsumen adalah perbedaan antara jumlah maksimum yang bersedia dibayar konsumen untuk suatu produk dan harga pasarnya.

Atau bahasa mudahnya adalah: misalkan saya bersedia membayar sebesar Rp 20.000 untuk sebungkus rokok, namun ternyata harga rokok yang saya inginkan adalah Rp 18.000/bungkus, maka saya sebagai konsumen mendapat surplus Rp 2.000.

Maka dari contoh saya dan rokok itu, surplus konsumen adalah dimana konsumen membayar dengan harga lebih murah atau lebih rendah dibanding dengan harga yang mereka bersedia untuk membayarnya.

Secara aljabar, surplus dapat dihitung dengan rumus berikut:

Surplus Konsumen = Manfaat marjinal – Harga

Secara grafis, kami menghitungnya dengan mencari area di bawah kurva permintaan dan di atas harga yang dibayarkan, hingga jumlah yang dibeli. Karena kurva permintaan dan penawaran linier, sebagian besar surplus konsumen yang kita lihat adalah segitiga.

Grafik Dari Surplus Konsumen
Grafik Dari Surplus Konsumen

2. Surplus Produsen

Surplus produsen adalah selisih antara harga terendah di mana produsen siap untuk menjual barang dan jumlah sebenarnya untuk menjual barang tersebut.

Atau harga jual yang diterima produsen lebih besar daripada harga yang mereka bersedia untuk menerimanya.

Contohnya: perusahaan A bersedia menjual motor A keluaran terbarunya seharga Rp 12.000.000, ternyata laku terjual dengan harga Rp 14.000.000, maka perusahaan A sebagai produsen mendapat surplus prodsen sebesar Rp 2.000.000.

Dalam dunia keuangan , surplus memiliki arti yang sedikit berbeda. Surplus finansial biasanya mengacu pada anggaran yang memprediksi Anda akan memiliki lebih banyak pendapatan daripada pengeluaran.


Share

Artikel Terkait

Trending di Ilmu Ekonomi

Terbaru

Tinggalkan komentar

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.