Pengertian Price Earning Ratio (PER) Adalah Beserta Rumus Dan Contohnya

Seorang investor harus dapat mempertimbangkan segala macam langkah yang akan dilakukan maupun yang sedang dilakukan, seperti menilai saham – saham yang akan memberikan manfaat yang optimal dalam pengambilan keputusan investasi.

Dengan menganalisis nilai intrinsik dari harga saham suatu perusahaan, investor dapat menilai kewajaran harga saham tersebut. Metode yang digunakan untuk menganalisis nilai intrinsik adalah analisis fundamental dengan menggunakan pendekatan Price Earning Ratio (PER).

ADVERTISEMENT

Sampel yang akan diambil dalam penelitian ini adalah perusahaan manufaktur di Indonesia yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) periode 2016 – 2017 dengan kriteria tertentu.

Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa saham-saham perusahaan yang tercatat berada dalam kondisi overvalued, undervalued atau sebenarnya. Sehingga investor dapat memutuskan untuk membeli, menahan atau menjual sahamnya.

Pengertian Apa Itu Price Earning Ratio (PER)?

Price Earning Ratio (PER) adalah hubungan antara harga saham perusahaan dan Earning Per Share (LPS / Laba Bersih Per Saham). Ini adalah rasio populer yang memberi investor gambaran yang lebih baik tentang nilai sebuah perusahaan.

Price Earnings Ratio menunjukkan ekspektasi pasar dan merupakan harga yang harus Anda bayar per unit dari penghasilan saat ini (atau pendapatan di masa depan, tergantung kasusnya).

Laba merupakan faktor penting ketika menilai saham perusahaan karena investor ingin tahu seberapa menguntungkan perusahaan dan seberapa menguntungkan ia di masa depan.

Selain itu, jika perusahaan tidak tumbuh dan tingkat pendapatan saat ini tetap konstan, maka Price Earnings Ratio dapat diartikan sebagai jumlah tahun yang dibutuhkan perusahaan untuk membayar kembali jumlah yang dibayarkan untuk setiap saham.

ADVERTISEMENT

Penggunaan Price Earning Ratio (PER)

Melihat Price Earnings Ratio dari suatu saham hanya memberi sedikit informasi tentangnya oleh karenanya diperlukan juga untuk membandingkan riwayat Price Eearning Ratio si perusahaan atau Price Earnng Ratio perusahaan pesaing dari industri yang sama.

Tidak mudah untuk menyimpulkan apakah suatu saham dengan PER 10x itu murah, atau PER 50x mahal tanpa melakukan perbandingan.

Keindahan rasio PER adalah bahwa ia menstandarisasi saham dengan harga dan tingkat pendapatan yang berbeda.

PER juga disebut penghasilan berganda. Ada dua jenis PER: trailing dan forward. Yang pertama, yakni Trailing, didasarkan pada periode laba per saham sebelumnya, sementara rasio PER Forward adalah ketika perhitungan EPS didasarkan pada estimasi masa depan, yang memperkirakan angka (sering diberikan oleh analis riset manajemen atau ekuitas).

ADVERTISEMENT

Rumus Price Earning Ratio

PER = Harga Saham Per Saham / Earnings Per Share (Penghasilan Per Saham)

atau

PER = Kapitalisasi Pasar / Total Net Earnings (Total Penghasilan Bersih)

atau

PER yang Dibenarkan = Rasio Pembayaran Dividen / R – G

Keterangan:

  • R = Tingkat Pengembalian yang Dibutuhkan (Required Rate Of Return).
  • G = Tingkat Pertumbuhan Berkelanjutan (Sustainable Growth Rate).

Baca juga mengenai rumus Breakeven Point.

Sambung ke halaman 2.


Share

Tinggalkan komentar

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.