Pengertian Quality Assurance (QA), Sejarah Dan Manfaat Jaminan Kualitas

Photo of author

QA (Quality Assurance) merupakan hal yang harus ditetapkan perusahaan untuk menciptakan sebuah produk dan layanan terbaik untuk memuaskan konsumen.



Pengertian apa itu Quality Assurance?

Quality assurance (QA) adalah aturan baku industri yang dijadikan acuan perusahan guna memutuskan apakah produk dan layanan yang dihasilkan telah memenuhi persyaratan yang ditetapkan.

Quality assurance atau jaminan kualitas dalam bahasa Indonesia memastikan bahwa perusahaan menghasilkan produk yang berkualitas yang artinya dapat diandalkan dan memuaskan konsumen akhir.

Tujuan utama sistem quality assurance adalah membangun kepercayaan konsumen terhadap perusahaan sebagai produsen, selain itu juga sebagai metode guna mengoptimalkan proses kerja dan efisiensi sistem kualitas, hasilnya akan membuat perusahaan dapat bersaing dengan perusahaan lainnya dalam industri yang sama.

ISO dan Quality Assurance (QA) / Jaminan Kualitas

ISO (Organisasi Internasional untuk Standardisasi) adalah standar dasar utama internasional untuk membantu perusahaan secara efektif untuk menerapkan dan menjaga kualitas, dan ISO tidak spesifik hanya pada satu industri oleh karenanya dapat di terapkan pada setiap perusahaan apapun.

Standar internasional ISO 9000 sering digandengkan dengan Quality Assurance, dan faktanya banyak perusahaan memakai ISO 9000 sebagai bukti bahwa mereka memiliki jaminan kualitas dan menerapkan aturan QA dengan efektif.

Konsep QA pada awalnya diterapkan secara baku pada industri manufaktur, kemudian berkembang dan menjangkau ke berbagai industri, termasuk pengembangan software.

Sejarah ISO dan Quality Assurance / Jaminan Kualitas

Kita dapat dengan mudah melacak sejarah konsep Quality Assurance pada abad pertengahan, dimana konsep ini sudah dipraktekan meskipun secara sederhana, dan pada perang dunia II Amerika Serikat menjadikan praktik QA sebagai acuan utama untuk melakukan pemeriksaan pada amunisi.

Sedangkan ISO awal pertama kali dibuka pada tahun 1947 di Jenewa dan standar pertama dirilis pada tahun 1951 berisi acuan suhu untuk mengukur industri.


Share

Artikel Terkait

Trending di Manajemen

Terbaru

Tinggalkan komentar

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.