Pengertian Rasio Kas (Cash Ratio) Adalah: Rumus Dan Cara Menghitungnya



Bagi kreditur, tidak ada yang lebih baik daripada uang tunai karena dapat menghilangkan rasa takut tidak dibayar tepat waktu. Kreditur menganggap rasio kas atau cash ratio sebagai metrik yang signifikan karena rasio ini menandakan seberapa mudah perusahaan dapat memenuhi kewajiban jangka pendeknya: seperti faktur dari vendor, gaji jatuh tempo, hutang pajak dan sebagainya.

Rasio kas adalah ukuran likuiditas (kemampuan untuk membayar hutang jangka pendek), seperti halnya rasio lancar dan rasio cepat, dan memperhitungkan kas dan setara kas.

Definisi dan pengertian Rasio Kas (Cash Ratio) adalah

Rasio kas menunjukkan seberapa baik perusahaan dapat memenuhi kewajiban jangka pendeknya, seperti hutang dagang atau hutang upah. Rasio kas, kadang-kadang disebut rasio likuiditas, secara umum didefinisikan sebagai:

Rumus perhitungan rasio kas (cash ratio)

Rasio Kas = (Kas + Setara Kas) / Kewajiban Lancar

Kami menjelaskan setiap istilah dalam rumus di bawah ini:

  • Tunai: Ini termasuk mata uang, koin, rekening giro, rekening tabungan, uang tunai kecil dan cek yang tidak disimpan. Akses ke uang tunai harus tidak dibatasi, sehingga item seperti sertifikat deposito (SD) diklasifikasikan sebagai setara kas, bukan uang tunai.
  • Setara Kas: Aset yang dapat dengan cepat dikonversi menjadi uang tunai yang diketahui, seperti CD, Treasury bills, tabungan obligasi, surat berharga perusahaan, akseptasi bankir, dan jenis instrumen pasar uang lainnya. Mereka mengecualikan aset dan aset yang kurang likuid dengan nilai yang tidak pasti, seperti inventaris (persediaan), piutang usaha, saham, obligasi, dan biaya prabayar.
  • Kewajiban Lancar: Kewajiban (dikenal sebagai hutang) yang harus dibayar dalam satu tahun, termasuk bunga hutang jangka panjang yang jatuh tempo dalam 12 bulan ke depan. Hutang umum termasuk hutang pajak, upah, utilitas, bunga, persediaan dan sebagainya.

Bagaimana Menghitung Rasio Kas

Ada dua cara untuk menghitung rasio kas:

Persamaan 1:

Rasio Kas = (Kas + Setara Kas) / Kewajiban Lancar

Persamaan 2:

Rasio Kas = (Kas + Setara Kas) / (Kewajiban Lancar – Beban Masih Harus Dibayar)

Pembilang kedua persamaan mewakili aset bisnis yang paling likuid, metrik yang berguna untuk tagihan yang jatuh tempo dalam beberapa hari mendatang. Versi kedua dari persamaan mengurangi biaya yang masih harus dibayar dari kewajiban lancar karena akrual mungkin tidak jatuh tempo sampai nanti. Beban yang masih harus dibayar telah terjadi tetapi belum ditagih.

Misalnya, jika Anda membeli perlengkapan kantor senilai Rp 10.000.000 secara kredit tetapi tidak berharap menerima faktur sampai bulan depan, Anda akan memasukkan biaya pada pembukuan Anda bulan ini dan mengimbangi dengan biaya yang masih harus dibayar, yakni akun kewajiban saat ini.

Saat Anda menerima faktur dari toko perlengkapan kantor, Anda akan membalik entri asli dan membuat yang standar untuk hutang. Dalam praktiknya, versi kedua hanya digunakan sesekali ketika diperlukan ketelitian yang tidak biasa, seperti dalam proses kebangkrutan perusahaan.

Halaman Selanjutnya

Tinggalkan komentar

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.