Apa itu Saham Preferen?

Saham preferen adalah jenis saham yang biasanya membayar dividen tetap kepada investor. Saham preferen kurang berisiko dibandingkan saham biasa, tetapi lebih berisiko daripada obligasi.

ADVERTISEMENT

Investor yang ingin membeli saham di suatu perusahaan mungkin dapat memilih di antara dua jenis saham utama: saham preferen atau saham biasa.

Sebagian besar investor memiliki saham biasa. Tetapi pemegang saham preferen lebih diprioritaskan daripada pemegang saham biasa dalam hal distribusi keuntungan perusahaan atau likuidasi aset.

Itu berarti saham preferen umumnya dianggap kurang berisiko daripada saham biasa, tetapi lebih berisiko daripada obligasi.

Bagaimana saham preferen bekerja?

Sementara saham preferen berbagi nama dengan saham biasa, jangan bingung: mereka berbeda di dunia dalam hal risiko dan imbalan.

Dalam beberapa hal, saham preferen sebenarnya berfungsi lebih seperti obligasi, yang merupakan investasi pendapatan tetap.

ADVERTISEMENT

  • Saham preferen biasanya membayar dividen tetap , atau distribusi laba perusahaan, secara teratur.
  • Saham preferen dapat merespons perubahan suku bunga.
  • Seperti obligasi, saham preferen memiliki “nilai par” yang dapat ditebus, biasanya Rp 150.000 per saham. Dan keduanya dapat dibeli kembali, atau “dipanggil,” oleh penerbit setelah periode tertentu, seringkali lima tahun.

Saham “Preferen” memiliki beberapa keunikan yang memisahkannya dari obligasi, membuatnya menarik bagi investor.

Perlu diingat: Sebagian besar perusahaan tidak mengeluarkan saham preferen, dan total pasar untuk mereka kecil. Penerbit saham preferen yang paling umum adalah bank, perusahaan asuransi, utilitas dan perwalian investasi real estat.

Apa yang perlu diketahui tentang saham preferen

Saham preferen memiliki hak istimewa yang tidak akan pernah ditemukan pada obligasi. Fitur-fitur ini membuat pilihan sedikit tidak lazim di dunia sekuritas pendapatan tetap.

Semua kelebihan ini membuat saham preferen lebih fleksibel bagi perusahaan daripada obligasi, dan akibatnya saham preferen biasanya membayar hasil yang lebih tinggi kepada investor.

  • Saham preferen seringkali abadi. Obligasi memiliki jangka waktu yang ditentukan sejak awal, tetapi saham preferen biasanya tidak. Kecuali jika perusahaan menebus – artinya membeli kembali – saham preferen, mereka dapat tetap beredar tanpa batas.
  • Dividen yang dipilih dapat ditunda (dan kadang-kadang dilewati seluruhnya) tanpa penalti. Fitur ini unik untuk saham preferen, dan perusahaan akan menggunakannya jika mereka tidak dapat melakukan pembayaran dividen.
  • Dividen yang dipilih mungkin kumulatif. Untuk saham preferen dengan fitur kumulatif, perusahaan dapat menunda dividen tetapi bukan berarti tidak membayarkannya sama sekali. Perusahaan harus membayar dividen di kemudian hari.
  • Dividen yang dipilih mungkin tidak bersifat kumulatif. Untuk saham preferen yang tidak kumulatif, perusahaan dapat melewati pembayaran dividen sepenuhnya tanpa penalti hukum. Namun, ini akan mempersulit perusahaan untuk mengumpulkan dana di masa depan.

Saham preferen vs. obligasi vs. saham biasa

Sebuah perusahaan biasanya menerbitkan saham preferen untuk banyak alasan yang sama seperti menerbitkan obligasi, dan investor menyukai saham preferen untuk alasan yang sama.

Untuk sebuah perusahaan, saham dan obligasi pilihan adalah cara mudah untuk mengumpulkan uang tanpa mengeluarkan saham biasa yang lebih mahal.

Investor menyukai saham preferen karena jenis saham ini sering membayar hasil lebih tinggi daripada obligasi perusahaan.


Share

Tinggalkan komentar

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.