Apa Itu Startup (Rintisan)?

Dewasa ini istilah “startup” semakin populer saja. Semakin banyak orang tertarik untuk menjadi pengusaha dengan begitu mereka memutuskan untuk membuka usaha sendiri. Dan keputusan mereka disambut oleh perusahaan mapan yang tertarik membantu usaha baru itu, dengan menjadi investor ventura yang berhati malaikat.

Sejarah startup

Istilah startup untuk pertama kali muncul pada awal revolusi teknologi pada 1970, merujuk kepada sejumlah perusahaan kecil yang baru lahir akan tetapi dengan potensi pertumbuhan meyakinkan.

Selanjutnya pada tahun 1990 dan di awal tahun 2000, bisnis startup seperti Microsoft dan Apple menjadi juara sebagai perusahaan teknologi raksasa dengan langkah cepat.

Meski istilah startup sering bermunculan dimana-mana, akan tetapi konsep dari bisnis ini masih menjadi misteri mengenai apa sih sebenarnya startup dan apa yang diberikannya?

Sebenarnya apa sih pengertian startup?

Startup adalah perusahaan yang masih berada pada tahap awal. Umumnya startup didirikan oleh satu atau lebih pengusaha, dengan tujuan bersama untuk mengembangkan sebuah layanan atau produk, dimana mereka yakin akan ada atau akan ada permintaan untuk produk tersebut.

Biasanya startup menghabiskan modal besar namun dengan kekuatan modal sedikit, sehingga lumrah sekali jikalau startup memburu sejumlah sumber dana, seperti dari venture capitalist yang membantu mereka untuk tumbuh.

Di samping penjelasan diatas, anda boleh percaya boleh tidak, sebenarnya tidak ada definisi tepat dan pasti mengenai konsep startup ini, karena begitu komprehensif.

Baca juga pengertian analisis SWOT.

Menurut co-CEO Warby Parky Second Neil Blumenthal, startup adalah:

“A startup is a company working to solve a problem where the solution is not obvious and success is not guaranteed”.

Artinya:

“Sebuah startup merupakan perusahaan yang berupaya memecahkan sebuah masalah dimana solusinya tidak pasti dan keberhasilannya tidak terjamin.”

Saya setuju dengan pernyataan diatas, namun tidak sepenuhnya menggambarkan keseluruhan filosofi dari Startup. Oleh karena itulah, di posting ini saya paparkan semua kesamaan yang dimiliki oleh startup.

Inovasi

Bisnis startup harus memiliki keunikan agar dapat meraih keuntungan kompetitif di pasar persaingan. Maka inovasi harus dihadirkan di produk mereka atau juga pola bisnis dari perusahaan.

Tidak terbantahkan bahwa inovasi memainkan peranan utama demia kesuksesan sebuah bisnis startup, oleh karenanya semua pengusaha musti mempertimbangkan aspek inovasi ini.

Banyak startup yang tidak berinovasi dalam dimensi produk sama sekali, tetapi mereka

  • Menyediakan produk yang ada melalui berbagai saluran inovatif (mis. E-commerce).
  • Buat model bisnis serupa dengan yang ada tetapi dengan nilai tambah.
  • Menjadi agregator produk dan layanan yang ada.
  • Targetkan pasar baru dengan produk atau layanan yang ada.

Ketidakpastian

Kita semua sadar bahwa inovasi adalah proses penuh resiko. Karena inovasi inilah, umumnya startup tidak mengambil model bisnis sesuai pasar yang ada, sehingga kelangsungan bisnis mereka dalam jangka panjang menjadi tidak pasti.

Usia

Secara umum jika kita mendengar startup langsung muncul dikepala adalah sebuah perusahaan berusia amat belia dan masih dalam tahap awal manajerial, sangat sedikit penjualan dan jumlah pegawai amat terbatas (biasanya si pemilik, teman atau keluarganya).  Biasanya startup berusia bulanan atau dibawah tiga tahun.

Namun begitu bisa saja perusahaan yang sudah berusia lebih dari 3 tahun tetap berstatus startup. Karena startup tidak hanya karena faktor usia namun karena fitur dan produk si perusahaan.

Model bisnis

Startup memiliki karakteristik kentak memiliki model bisnis tidak konvensional dan tidak matang. Oleh karena itulah permintaan terhadap produk mereka tidak tinggi, alhasil bisnis mereka masih dalam tahap “perkembangan” dimana masih membuka ruang untuk masuknya aliran ide dan dana.

Jumlah karyawan

Jumlah karyawan dari bisnis startup tidaklah banyak, biasanya mereka memiliki paling banyak 50 hingga 70 karyawan. Namun ingat ya! Bukan berarti jika ada perusahaan dengan karyawan sebanyak ini lalu di anggap sebagai startup. Bukan begitu cara melihatnya.

Pertumbuhan

Sebuah perusahaan startup memiliki tujuan untuk tumbuh dan berkembang dengan cepat, seringkali mereka menempuh langkah-langkah drastis dan spekulasi untuk mencapainya.

Fleksibilitas

Perusahaan startup sifatnya dinamis dan siap menghadapi kegagalan. Oleh karenanya mereka harus selalu siap untuk segala kemungkinan dan yang pasti “mendandani” produk mereka agar mampu memenuhi keinginan pelanggan.

Untuk itu startup harus fleksibel dalam memburu model bisnis yang cocok dan solid.

Memecahkan masalah

Hal ini berhubungan dengan ide inovasi yang diangkat startup, mereka memiliki tujuan memecahkan masalah yang ada di pasar. Mereka memiliki perhatian besar untuk membuat perubahan tidak hanya pada pasar untuk produk mereka, akan tetap untuk konsumen yang menggunakannya.

Skalabilitas

Sebuah bisnis startup selalu mencari model bisnis yang memiliki skalabilitas (yang selalu dapat dikembangkan) dan dapat diulang, tujuannya adalah agar dapat berkembang tanpa perlu banyak tenaga manusia dan biaya.

Apakah startup selalu bisnis teknologi?

Orang menganggap bahwa startup selalu berkaitan dengan urusan teknologi. Ini dapat dimaklumi karena startup memang punya hubungan erat dengan teknologi dalam sejarah, dimana pada awal tahun 1990-an umumnya startup hadir dengan perusahaan teknologi seperti Microsoft, Apple, Google, Yahoo dan berbasis .com.

Memang jika melihat sejarah, maka secara alami startup hadir dengan atribut teknologi dalam penampilannya, namun konsep startup bukan hanya untuk teknologi.

Karena esensi startup sejatinya adalah ide inovatif yang mampu menjangkau jumlah besar manusia secara dramatis dan drastis.

Jenis-jenis startup

Setelah kami mengklarifikasi mengenai pengertian startup, maka kinilah saatnya memaparkan beragam jenis bisnis yang startup mampu hadirkan kepada kita.

Dan bagi para pengusaha yang ingin memulai konsep bisnis startup ada baiknya mengetahui jenis-jenis startup apa yang ada dan terbukti tumbuh, yang tentunya jenis yang cocok dengan target anda.

Menurut Steve Blank, seorang pengusaha ternama dari Sillicon Valley, sekarang ini ada 6 jenis bisnis startup, yakni:

Startup skalabilitas

Startup jenis ini dirintis oleh para pengusaha yang meyakini dapat mengubah wajah dunia denga ide bisnis mereka. Oleh karenanya mereka fokus mencari model bisnis berbasis skalabilitas yang mampu menarik perhatian orang banyak, termasuk investor.

Contoh startup skalabilitas adalah Google, Gojek, Facebook, Twitter dan lainnya.

Startup bisnis kecil

Biasanya pendiri bisnis ini tidak terlalu berambisis, mereka menawarkan kenyamana hidup untuk siapa saja.

Contoh startup bisnis kecil adalah toko kue, salon dan toko.

Startup gayahidup

Startup ini dirintis oleh mereka yang tidak ingin menjadikan diri mereka sendiri bos.

Contoh startup gaya hidup adalah, web desainer dan freelancer yang memiliki hasrat dengan perkerjaan mereka.

Startup buyable

Ini adalah jenis startup yang memang khusus untuk dijual kelak kepada perusahaan besar, setelah mereka mampu meraih hasil positif. Startup jenis ini umum terjadi pada dunia WWW dan aplikasi perangkat mobile.

Contoh startup buyable adalah Youtube dibeli Google, Instagram dibeli Facebook.

Startup sosial

Startup jenis ini tidak sepenuhnya berorientasi pada laba, akan tetapi tujuan mereka menghadirkan nilai positif pada masyarakat dan membawa kehidupan lebih baik.

Contoh startup sosial adalah lembaga amat dan  SDM.

Startup perusahaan besar

Bisnis startup ini memiliki target utama inovasi dan tidaklah lama, karena selalu berubah mengikuti perubahan pasar dan tekanan. Mereka menghadirkan produk yang cepat populer di mata konsumen. Akan tetapi jika pasar berubah, permintaan konsumen dan tekanan persaingan, maka mereka memilih untuk membuat inovasi produk baru di pasar yang berbeda.

Tinggalkan komentar

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.