Apa Itu Startup (Rintisan)?

Apa itu Startup?

Startup atau rintisan adalah perusahaan “muda” yang didirikan oleh satu atau lebih pengusaha untuk mengembangkan produk atau layanan yang unik mereka dan membawanya ke pasar. Sesuai dengan sifatnya, tipikal startup adalah cenderung shoestring operation (beroperasi dengan dana terbatas), dengan dana awal dari pendiri atau teman dan keluarga mereka oleh karenanya seringkali bank menolak pengajuan pinjaman dari bisnis startup ini.

Penjelasan kunci:

  • Startup adalah usaha kewirausahaan dalam mencari dukungan keuangan yang cukup untuk memulai bisnisnya.
  • Tantangan pertama untuk sebuah startup adalah membuktikan validitas konsep bisnis mereka kepada calon pemberi pinjaman (kreditur) dan investor.
  • Startup merupakan bisnis dengan tinggi resiko, dalam menghadapi sebuah startup biasanya calon investor memiliki beberapa pendekatan untuk menentukan nilainya.

Salah satu tugas awal startup adalah mengumpulkan sejumlah besar uang untuk mengembangkan produknya lebih lanjut. Untuk melakukan itu, mereka harus membuat argumen yang kuat yang mendukung klaim mereka bahwa ide mereka benar-benar baru atau akan memberi pengaruh signifikan terhadap pasar dari produk yang mereka tawarkan.

Meskipun sebagian besar startup gagal, beberapa pengusaha paling sukses dalam sejarah berawal dari perusahaan startup seperti Microsoft, yang didirikan oleh Bill Gates; Google, yang didirikan oleh Larry Page & Sergey Brin; Ford Motors, didirikan oleh Henry Ford; dan McDonald’s, didirikan oleh Ray Kroc.

Memahami Startup

Pada tahap awal, perusahaan startup hanya memiliki sedikit atau tidak ada pemasukan. Mereka akan memperjuangkan ide mereka dan berkerja keras untuk mengembangkan, menguji, dan memasarkan konsep dan produk mereka. Hal itu membutuhkan banyak uang, dan pemilik startup memiliki beberapa sumber potensial untuk memanfaatkan sumber dana berikut:

  • Sumber pendanaan tradisional termasuk pinjaman usaha kecil dari bank atau serikat kredit, pinjaman Kredit Usaha Kecil yang disponsori pemerintah dari bank lokal, dan hibah yang dibuat oleh organisasi nirlaba dan pemerintah negara.
  • Dengan inkubator dan akselerator, seperti Kolaborasi dan Skytar Ventures, biasanya mereka berperan seperti sekolah bisnis dan organisasi nirlaba lainnya, menyediakan bimbingan, ruang kantor, dan pendanaan awal untuk startup.
  • Venture capitalist secara aktif mencari startup yang menjanjikan untuk dibiayai dengan imbalan saham di perusahaan begitu perusahaan itu keluar.

Pendekatan investor dalam menilai sebuah Startup

Startup tidak memiliki riwayat berupa jejak usaha mereka dan sedikit keuntungan untuk ditampilkan guna “merayu” investor. Hal itu membuat berinvestasi di dalamnya berisiko.

Jika suatu gagasan kelihatannya memiliki potensi laba, maka calon investor dapat menggunakan salah satu dari beberapa pendekatan untuk memperkirakan berapa banyak uang yang diperlukan untuk diinvestasikan kepada sebuah startup.

  • Yaitu dengan melihat biaya yang dikeluarkan perusahaan startup untuk mengembangkan produk atau layanannya dan kemampuan membeli aset fisik. Metode penilaian ini tidak mempertimbangkan potensi masa depan perusahaan atau aset tidak berwujud yang dimiliki oleh perusahaan.
  • Pendekatan pasar mempertimbangkan biaya akuisisi perusahaan sejenis di masa lalu. Pendekatan ini dapat diacuhkan jika ide startup benar-benar unik.
  • Arus kas diskonto, yakni pendekatan yang menilai arus kas masa depan perusahaan. Pendekatan ini sangat subyektif.
  • Tahap pengembangan, yakni pendekatan yang menetapkan kisaran yang lebih tinggi dari nilai potensial pada startup sejenis yang lebih berkembang. Startup yang memiliki situs web dan dapat menunjukkan beberapa penjualan dan lalu lintas transaksi cenderung mendapatkan penilaian yang lebih tinggi daripada yang hanya memiliki ide yang menarik.

Karena startup memiliki tingkat kegagalan yang tinggi, calon investor mempertimbangkan pengalaman tim manajemen startup dan juga idenya. Karena sejatinya tidak ada investor yang ingin kehilangan uangnya, bahkan seorang investor berhati malaikat sekalipun.

Semakin banyak kewirausahaan dan inovasi, semakin banyak pula startup. Dan semakin banyak startup, semakin banyak perusahaan besar, peningkatan dan perkembangan positif dalam ekonomi dan masyarakat pada umumnya. Dan itulah sebabnya mengembangkan ekosistem startup yang sehat harus didukung oleh pemerintah.

Tinggalkan komentar

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.