Tentang Teori Pertumbuhan Ekonomi

Berdasarkan teori pertumbuhan ekonomi, para ekonom telah menjelaskan faktor-faktor ekonomi dan dampaknya terhadap pertumbuhan ekonomi.

Evolusi teori pertumbuhan ekonomi dapat ditarik kembali dari buku Adam Smith, Wealth of Nation. Dalam bukunya, ia menekankan pandangan bahwa pertumbuhan ekonomi bergantung pada pembagian kerja.

ADVERTISEMENT

“Kondisi yang paling diperlukan untuk pertumbuhan ekonomi adalah bahwa permintaan yang tercipta karena pendapatan yang baru dihasilkan harus cukup, sehingga output yang dihasilkan oleh investasi baru (peningkatan modal) harus terserap sepenuhnya” – teori Harrod-Domar.

Setelah itu, pandangan yang dikemukakan Smith selanjutnya digantikan oleh para ekonom klasik, seperti Ricardo, Malthus, dan Mill.

Teori yang dikembangkan oleh para ekonom tersebut dikenal dengan teori klasik pertumbuhan ekonomi.

Selanjutnya, pada akhir 19 th dan 20 th abad, Karl Marx disajikan sebuah teori yang disebut teori pertumbuhan historis dan Schumpeter mengembangkan teori pertumbuhan inovasi teknologi.

Akhirnya, pada akhir tahun 1930-an, RF Harrod dan E. Domar mempresentasikan teori pertumbuhan ekonomi yang lebih relevan yang dikenal dengan teori Harrod-Domar.

Belakangan, teori pertumbuhan ekonomi neo-klasik juga diperkenalkan. Teori Harrod-Domar dan teori neo-klasik menjelaskan perilaku pertumbuhan modern secara lebih jelas dengan menganalisis berbagai aspek ekonomi.

ADVERTISEMENT

Teori Harrod-Domar :

Teori Harrod-Domar dianggap sebagai perluasan dari analisis jangka pendek Keynes tentang teori ketenagakerjaan dan pendapatan penuh.

Model pertumbuhan Harrod-Domar memberikan teori keluaran jangka panjang.

Para ekonom mulai menaruh perhatian mereka pada stabilitas ekonomi setelah Great Depresion (Depresi Hebat) tahun 1930-an dan kehancuran ekonomi akibat Perang Dunia II.

ADVERTISEMENT

Harrod dan Domar telah menyediakan model yang berfokus pada persyaratan yang diperlukan untuk pertumbuhan ekonomi yang stabil.

Menurut mereka, akumulasi modal merupakan faktor utama bagi pertumbuhan suatu perekonomian.

Mereka juga menekankan bahwa akumulasi modal tidak hanya menghasilkan pendapatan, tetapi juga meningkatkan kapasitas produksi perekonomian.

Misalnya, jika sebuah pabrik konstruksi didirikan, itu akan menghasilkan pendapatan bagi pemasok berbagai bahan, seperti semen, batu bata, baja, dan mesin dengan peningkatan modal dan kapasitas produksi ekonomi secara bersamaan.

Pendapatan yang baru dihasilkan dari akumulasi modal menghasilkan permintaan akan barang dan jasa. Menurut teori Harrod-Domar, kondisi yang paling diperlukan untuk pertumbuhan suatu perekonomian adalah bahwa permintaan yang tercipta karena pendapatan yang baru dihasilkan harus cukup, sehingga output yang dihasilkan dari investasi baru (peningkatan modal) harus terserap sepenuhnya.

Jika output tidak terserap sepenuhnya, maka akan terjadi kelebihan atau idle kapasitas produksi. Kondisi ini harus dipenuhi secara berurutan untuk mempertahankan tingkat lapangan kerja penuh dan mencapai pertumbuhan ekonomi yang stabil dalam jangka panjang.

👉 Pelajari lebih lanjut tentang Pengertian Manajemen Dari Berbagai Sumber Dan Penjelasannya.

Berikut asumsi utama model Harrod-Domar:

(a) Rasio Output Modal Konstan:

Diasumsikan bahwa hubungan antara modal dan output selalu sama.

Menurut asumsi ini, output nasional (yang setara dengan pendapatan nasional) berbanding lurus dengan persediaan modal, yang dinyatakan sebagai berikut:

Y = Kk, (k> 0)

Dimana, Y = output nasional

K = jumlah persediaan modal

k = rasio keluaran / modal (konstan)

Karena model Harrod-Domar mengasumsikan bahwa rasio output / modal adalah konstan, maka setiap jenis peningkatan output nasional akan mengakibatkan peningkatan waktu dalam persediaan modal, yaitu sebagai berikut:

∆Y = k ∆ K

Oleh karena itu, peningkatan pertumbuhan output nasional per satuan waktu sama dengan peningkatan pertumbuhan persediaan modal per satuan waktu. Jika perekonomian berada dalam kondisi ekuilibrium dan persediaan modal dimanfaatkan sepenuhnya, maka rasio modal / keluaran (k) dapat dengan mudah ditentukan.

Setelah itu, modal tambahan yang dibutuhkan untuk menghasilkan output tambahan juga dapat diperoleh. Persediaan modal dan investasi bersih (I) sama satu sama lain.

Oleh karena itu, perubahan output nasional dapat direpresentasikan sebagai berikut:

∆Y = kI

(b) Rasio Pendapatan-Tabungan Konstan

Asumsikan bahwa masyarakat menyimpan sebagian dari pendapatan nasional.

Oleh karena itu, tabungan adalah fungsi pendapatan, dan fungsi tabungan dapat ditulis sebagai berikut:

S = sY, (s> 0)

Dimana, S = penghematan per satuan waktu

s = kecenderungan konstan untuk menabung

Y = pendapatan nasional

Pada ekuilibrium, tabungan sama dengan investasi, yaitu sebagai berikut:

S = I = sY

Berdasarkan asumsi tersebut, Harrod-Domar telah menetapkan tingkat pertumbuhan sebagai berikut:

∆Y t = kl t

Dalam hal ini, ∆Y t dapat dihitung dengan bantuan rumus berikut:

∆Y t = Y t – Y t-1

Atau

t – Y t-1 = kI t

Dimana, Y t = pendapatan pada periode waktu t

t-1 = pendapatan pada periode kapur t -1

Menurut asumsi model Harrod-Domar, pada ekuilibrium pada periode waktu t:

t = S t = sY t

Karena I t = sY t , oleh karena itu, kita dapat mengganti sY t menggantikan I t sambil menghitung pendapatan dalam periode waktu t, yang direpresentasikan sebagai berikut:

t – Yt-1 = k*sYt

The warranted growth rate can be calculated as follows:

W = p – Yt-1/Yt = k. s

Atau

W = ∆Y / Y p = k. s

Seperti persamaan sebelumnya dari tingkat pertumbuhan yang dijamin menunjukkan bahwa tingkat pertumbuhan adalah setara dengan rasio output / modal (k) dikalikan dengan kecenderungan untuk menabung.

Laju pertumbuhan, ∆Y / Y, terkait dengan kondisi ekuilibrium di mana I = S; Oleh karena itu, laju pertumbuhan dalam kondisi demikian juga dapat dianggap sebagai laju pertumbuhan ekuilibrium.

Tingkat pertumbuhan ekuilibrium menunjukkan kapasitas pemanfaatan persediaan modal. Tingkat pertumbuhan terjamin mengacu pada tingkat pertumbuhan di mana jumlah produksi akurat, tidak terlalu banyak atau terlalu sedikit.

Satu lagi tingkat pertumbuhan yang diberikan oleh model Harrod-Domar adalah tingkat pertumbuhan target, yang terjadi karena peningkatan kecenderungan menabung marjinal dan rasio investasi atau output / modal. Peningkatan kecenderungan marjinal untuk menabung akan menghasilkan peningkatan tabungan, yang selanjutnya mengarah pada peningkatan investasi.

Akibatnya pendapatan dan kapasitas produksi suatu negara juga meningkat, yang selanjutnya meningkatkan output negara tersebut. Peningkatan kapasitas produksi pada periode tertentu meningkatkan pendapatan untuk tahun-tahun mendatang.

Peningkatan pendapatan menyebabkan peningkatan tabungan dan investasi, dan pendapatan yang lebih tinggi di tahun-tahun berikutnya. Menurut prinsip percepatan, investasi meningkat lebih cepat.

Dalam pembahasan di atas, kami telah menjelaskan model pertumbuhan ekonomi Harrod-Domar terkait dengan akumulasi modal. Namun, aspek penting lainnya yang telah didiskusikan dalam model ini adalah penyerapan tenaga kerja.

👉 Pelajari lebih lanjut tentang Pengertian Akuntansi Adalah: Sejarah, Jenis Dan Cabang Akuntansi.

Asumsi penerapan aspek ketenagakerjaan sesuai model Harrod-Domar adalah sebagai berikut:

Menganggap bahwa tenaga kerja dan modal saling melengkapi bukan pengganti.

b. Menganggap rasio modal / output konstan

Berdasarkan asumsi tersebut, seiring dengan rasio modal / output, pertumbuhan ekonomi akan terjadi apabila potensi angkatan kerja belum dimanfaatkan secara maksimal.

Ini menunjukkan bahwa pasokan tenaga kerja potensial membatasi pertumbuhan ekonomi pada kondisi lapangan kerja penuh.

Oleh karena itu, pertumbuhan ekonomi akan terjadi bila peningkatan tenaga kerja melebihi kondisi lapangan kerja penuh. Selain itu, tingkat pertumbuhan aktual menjadi sama dengan tingkat pertumbuhan yang dijamin hanya jika tingkat pertumbuhan yang dijamin menjadi sama dengan tingkat pertumbuhan angkatan kerja.


Share

Tinggalkan komentar

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.