10 Tips Keuangan Dan Cara Menjadi Kaya

10 tips keuangan dan cara menjadi kaya — Ketika Anda membaca banyak buku & website sepurtar urusan keuangan, Anda akan menemukan banyak tips dan trik keuangan pribadi yang berbeda. Hal ini dapat menjadikan “topik keuangan pribadi” tampak seperti urusan amat besar, luar biasa, dan rumit, tetapi sebenarnya tidak begitu kok.

Masalah ini sebenarnya sangat sederhana sehingga saya  mampu memecah dasar-dasar keuangan pribadi menjadi hanya 10 poin cepat.

ADVERTISEMENT

Jika Anda hidup dengan 1o nasihat keuangan ini, Anda akan memiliki kendali lebih besar atas uang Anda, dan Anda akan menjalani kehidupan yang jauh lebih baik secara finansial.

Ingatlah:

Hal ini tidak akan mudah.

Meskipun hanya ada 10 tips, jika Anda belum pernah melakukan hal-hal ini sebelumnya, maka perlu waktu untuk membangun kebiasaan baru ini.

Cukup membaca 10 tips keuangan pribadi ini dan kemudian menutup halaman ini tidak akan membantu Anda. Anda perlu melakukan lebih dari itu.

Namun yang perlu anda lakukan adalah tandai pos ini atau sematkan di Pinterest, lalu kunjungi kembali setiap hari. Atau, tuliskan tip-tip ini dan tempel di tempat yang mudah Anda lihat.

ADVERTISEMENT

1. Habiskan Lebih Sedikit Dari Yang Anda Hasilkan

Ya, ya, aku tahu, kedengarannya jelas, kan? Yah, itu pasti bukan karena menurut CNBC, 78% orang Amerika yang bekerja penuh waktu hidup dari gaji ke gaji.

Inilah masalahnya:

Sangat mudah TAHU bahwa Anda seharusnya membelanjakan kurang dari yang Anda hasilkan, namun jauh lebih sulit untuk benar-benar melakukannya.

Namun, jika Anda ingin lepas dari gaya hidup dari gaji-ke-gaji yang begitu banyak orang lain jalani, Anda harus merampingkan pengeluaran agar lebih sedikit dari yang Anda peroleh. Ini adalah salah satu kiat keuangan pribadi paling penting tetapi paling dasar yang pernah ada.

ADVERTISEMENT

Untuk melakukan ini, Anda perlu melacak pengeluaran Anda. Anda dapat melakukan ini dengan menuliskan pembelian Anda atau menggunakan aplikasi keuangan pribadi gratis.

Terkait: Baca juga cara jitu stop membuang-buang uang.

2. Belajar membuat Anggaran

Anda mungkin mendengar kata “anggaran” dan sedikit ngeri, tetapi seharusnya tidak perlu begitu. Penganggaran tidak sulit, dan itu tidak berarti Anda harus berhenti melakukan hal-hal yang Anda sukai.

Penganggaran hanyalah membuat rencana untuk uang Anda sehingga Anda memiliki gagasan yang lebih baik tentang ke mana perginya uang setiap bulan.

Cara populer dan efektif untuk menganggarkan adalah dengan aturan 50/30/20 . Cara kerjanya adalah 50% dari penghasilan Anda digunakan untuk keperluan (tagihan, makanan, perumahan, dll.), 20% dari penghasilan Anda digunakan untuk tabungan dan 30% sisanya dapat Anda gunakan untuk apa pun yang Anda suka.

Ini adalah cara yang bagus dan mudah untuk memecah gaji Anda, tetapi Anda mungkin perlu sedikit menyesuaikannya agar sesuai dengan gaya hidup Anda.

Terkait: 6 tips sederhana membuat anggaran keuangan yang sukses.

3. Pecahkan Penghasilan & Pengeluaran Anda

Ini adalah trik kecil aneh yang dapat mengubah perspektif yang Anda miliki tentang uang Anda, dan membantu Anda menyusun anggaran dengan lebih baik.

Ini semua tentang memecah pendapatan dan pengeluaran Anda menjadi nilai harian , seperti ini:

  • Anda menghasilkan Rp 8.000.000 / bulan = ~ Rp 266.666 / hari.
  • Anda membayar Rp 2.000.000 / bulan untuk sewa rumah = ~ Rp 66.666 / hari.
  • Anda membayar Rp 800.000 / bulan untuk asuransi mobil = ~ Rp 26.666 / hari.
  • Segala sesuatu yang lain (makanan, telepon, gas, dll.) Menjadi Rp.3.100.000 / bulan = ~ Rp 103.000 / hari.

Maka Anda memiliki sisa uang sebesar Rp 2.100.000 yang artinya anda memiliki Rp 70.000 / hari untuk menghabiskan uang.

Jadi apabila anda ingin menggunakan sisa uang untuk keperluan lain, maka jumlah biaya untuk pengeluaran lain dibagi dengan uang yang tersisa.

Contohnya:

Apabila anda ingin menabung sebesar Rp 4.000.000 untuk liburan impian anda, maka Anda harus menghemat sekitar 57 hari dari sisa uang selama sebulan. Artinya selama 57 hari sisa uang tidak anda gunakan untuk liburan impian.

Rumusnya: Rp 4.000.000 : Rp 70.000 = ± 57 Hari.

Dan apabila anda ingin membeli mobil baru senilai Rp 160.0000.000. Itu sekitar 228 hari anda menabung sisa uang pengeluaran Anda selama sebulan.

Rumusan ini akan membantu Anda mengukur seberapa lama anda bisa mendapatkan barang yang anda inginkan dan pengaruh apa bagi kemampuan belanja anda.

4. Punya Tujuan Keuangan

Jika Anda ingin mencapai tujuan keuangan, Anda perlu mencari tahu tujuan apa yang penting bagi Anda terlebih dahulu, buat prioritas.

Karena dengan memiliki tujuan keuangan yang jelas dapat membuat Anda tetap termotivasi dan membantu Anda membuat rencana guna mencapai tujuan itu dengan jauh lebih cepat.

Namun tunggu dulu! Jangan pernah berpikir bahwa Anda harus menetapkan tujuan yang berlebihan. Jika ini adalah pertama kalinya Anda berpikir tentang tujuan keuangan pribadi, mulailah dari yang kecil dan jadikan sebagai titik awal (starting point).

Saya sarankan mulai dengan beberapa tujuan berbeda di masing-masing kategori ini:

  • Apa yang ingin Anda raih dalam 3 bulan ke depan.
  • Di tahun depan.
  • Dalam lima tahun ke depan.

Dengan cara ini Anda akan memiliki beberapa tujuan jangka pendek sebagai cita-cita, dan juga beberapa tujuan jangka panjang. Tujuan jangka pendek Anda bahkan bisa menjadi batu loncatan kecil menuju tujuan Anda yang lebih besar.

Berikut adalah beberapa contoh tujuan keuangan yang baik:

  • Memiliki tabungan sebesar Rp 20.000.000.
  • Beli sebuah rumah.
  • Mulailah berinvestasi.

Jadi, ingatlah untuk menetapkan tujuan jangka panjang dan jangka pendek, dan lalukan analisa juga! Tuliskan di suatu tempat dan tentukan satu hari dalam setiap bulan untuk mereview kemajuan Anda untuk mencapai tujuan anda.

5. Ingatlah Kawan! Bahwa Kartu Kredit Bukan Uang Gratis

Kartu kredit adalah alat yang berguna dalam instrumen keuangan Anda, tetapi ia bukan uang gratis.

Ketika Anda membeli sesuatu dengan kartu kredit Anda, maka Anda meminjam uang dari bank. Jika Anda tidak mengembalikan uang tepat waktu, bank akan mulai membebankan bunga pada tagihan Anda.

Hutang ini dapat menumpuk dan menjadi monster seram jika Anda tidak melunasi tagihan Anda setiap bulannya.

Namun, jika Anda menggunakan kartu kredit secara bertanggung jawab dan melunasi tagihan setiap bulan, itu adalah cara yang baik untuk mulai membangun kredit. Sebagian besar kartu kredit juga memiliki manfaat lain seperti poin imbalan, cash back, atau poin perjalanan.

Jadi, haruskah Anda memiliki kartu kredit? Yah, itu tergantung.

Jika Anda mampu melunasi tagihan secara penuh setiap bulan, maka Anda seharusnya tidak memiliki masalah dalam mengelola kartu kredit dengan sendirinya akan menyelamatkan diri anda dari jeratan hutang.

Catatan: Jika Anda akan menggunakan kartu kredit, Anda harus memantau skor & laporan kredit Anda secara teratur dengan alat gratis seperti Fintech.

Satu tip terakhir: Perlakukan kartu kredit Anda seperti kartu debit. Bayar lunas setiap hari jika Anda mampu. Saya mencoba untuk melunasi tagihan saya setiap beberapa minggu sehingga saya tidak lupa. Saya juga menggunakan Trim untuk mengingatkan saya ketika pembayaran tagihan sudah jatuh tempo.

Jika Anda ingin melanjutkan, gunakan kartu prabayar yang dapat diisi ulang dan bukan kartu kredit. Kartu-kartu ini berfungsi seperti kartu debit, tetapi mereka memiliki fasilitas kartu kredit.

6. Jauhi Hutang Buruk

Hutang berarti Anda berhutang uang pada seseorang, dan jika saya nonton film gangster rentenir, maka Anda TIDAK PERNAH ingin berhutang uang pada seseorang.

Namun, tidak semua hutang masuk dalam kategori hutang buruk.

Jadi, apa itu hutang buruk?

Hutang buruk adalah segala hutang yang diperoleh melalui pembelian sesuatu yang akan kehilangan nilainya dan menghasilkan pendapatan nol atau tidak ada penghasilan balik.

Beberapa contoh kredit buruk adalah hutang kartu kredit atau pinjaman otomatis.

Apa itu hutang baik?

Beberapa orang akan mengatakan tidak ada yang namanya hutang baik, dan saya jugaa—seperti anda—sangat sependapat dengan pernyataan itu.

Akan tetapi saya juga tidak dapat menyangkal bahwa beberapa hutang dapat bermanfaat dalam keadaan yang tepat.

Misalnya, jika Anda akan mengambil pinjaman untuk membeli sesuatu yang akan menguntungkan Anda secara finansial di masa depan, maka saya katakan bahwa hutang jenis ini jauh lebih menguntungkan dan lebih baik daripada hutang kartu kredit.

Hutang yang baik biasanya memiliki tingkat bunga yang lebih rendah juga. Berikut ini beberapa contoh hutang baik:

Pinjaman Dana Pendidikan

Karena pinjaman jenis ini biasanya memiliki tingkat bunga yang sangat rendah dengan pergi ke sekolah untuk belajar dan menambah keterampilan kerja dapat meningkatkan gaji Anda sebagai karyawan di masa depan, pinjaman dana pendidikan dapat dikategorikan sebagai hutang yang baik.

Namun, jika Anda memutuskan untuk kuliah hanya karena Anda tidak tahu harus berbuat apa lagi setelah sekolah menengah, maka mengambil pinjaman berdasarkan kondisi ini merupakan langkah yang salah.

Karena bisa jadi Anda menghabiskan banyak uang untuk mempelajari mata kuliah yang bahkan tidak Anda sukai. Hasilnya Anda akan terjebak mengerjakan pekerjaan yang Anda benci untuk melunasi pinjaman dana pendidikan Anda. Kondisi ini tentu sangat tidak menyenangkan.

Pinjaman Hipotek

Yang ini tergolong rumit, tetapi hipotek secara umum dianggap sebagai hutang baik. Hipotek biasanya hadir dalam bentuk pinjaman jangka panjang dengan suku bunga rendah, sehingga Anda masih memiliki uang untuk investasi dan hal sejenis. Bunga dari hipotek juga dapat dikurangkan dari pajak, jadi itu bonus.


Share

Tinggalkan komentar

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.