Alasan Mengapa Uang Tunai adalah Raja Untuk Bisnis & Perorangan



“Uang adalah raja” adalah ungkapan kuno yang sering digunakan untuk menjelaskan kegagalan bisnis dan rumah tangga konsumen.

Tanpa jumlah uang tunai yang tepat, bisnis dan rumah tangga dapat mengalami kesulitan besar, dan bahkan dipaksa menjadi bangkrut.

Bisnis harus memiliki uang tunai untuk berbagai alasan, seperti berinvestasi dalam infrastruktur baru dan berurusan dengan pengeluaran yang tidak terduga. Selain itu, arus kas bisnis sering disebut sebagai faktor kunci dalam potensinya untuk kesuksesan jangka panjang.

Sebuah perusahaan mungkin memiliki semua pendapatan di dunia, tetapi tanpa kemampuan untuk menghasilkan uang, ia dengan mudah menjadi gagal.

Hal yang sama dapat dikatakan untuk konsumen. Orang sering bertanya-tanya di mana menaruh uang mereka dan segera melihat ke saham atau obligasi. Meskipun penting bahwa sebagian dari uang Anda tumbuh untuk masa pensiun, rumah baru, atau pendidikan tinggi, penting juga untuk menyimpan uang dalam investasi cepat cair yang mudah diakses yang tidak mengalami perubahan atau kehilangan pasar.

Investasi semacam itu tidak hanya mencakup rekening giro, tabungan, dan pasar uang, tetapi juga uang tunai di tangan.

Pada catatan itu, mari kita masuk ke beberapa alasan utama mengapa uang tunai sangat penting bagi bisnis dan konsumen individu.

Mengapa Bisnis Membutuhkan Uang Tunai

Banyak analis bisnis menyatakan praktik manajemen kas yang buruk sebagai alasan nomor satu mengapa bisnis bangkrut. Berikut adalah beberapa manfaat utama uang tunai untuk bisnis apa pun:

1. Arus Kas

Bagi setiap perusahaan untuk bertahan hidup, arus kas adalah faktor keuangan yang paling penting. Perusahaan dapat memiliki pendapatan yang fantastis, pengeluaran yang masuk akal, dan pendapatan yang signifikan, tetapi jika operasi keuangannya tidak dirancang secara efisien, maka masih dapat memiliki arus kas negatif.

Dan tanpa arus kas positif, perusahaan mana pun, tidak peduli seberapa menjanjikan model bisnisnya, akan bangkrut.

Tentu saja, jika sebuah bisnis baru saja diluncurkan, ia mungkin dapat menanggung arus kas negatif dalam jangka pendek dengan harapan mencapai kesuksesan jangka panjang. Tetapi pada akhirnya, perusahaan mana pun harus fokus menciptakan arus kas positif. Tanpa itu, sebuah perusahaan bahkan tidak akan dapat menyelesaikan tugas yang paling sederhana: membayar biaya bulanannya.

2. Investasi Pengeluaran Modal (Capital Expenditure)

Untuk tumbuh, sebuah perusahaan kerap perlu berinvestasi di pabrik, real estat, mesin, atau teknologi. Ini biasanya biaya satu kali namun membutuhkan dana besar.

Tanpa uang tunai, sebuah bisnis mungkin tidak dapat melakukan investasi yang diperlukan dan, sebagai akibatnya, mungkin tidak akan pernah dapat mengalami pertumbuhan perusahaan.

Tentu, bisnis dapat mengambil pinjaman, tetapi bahkan pinjaman pada umumnya akan memerlukan uang muka yang signifikan, yang pada gilirannya akan mengharuskan perusahaan memiliki akses ke uang tunai. Pinjaman juga datang dengan suku bunga yang lebih lanjut dapat menggerus kas perusahaan.

3. Akuisisi Perusahaan

Salah satu cara populer bagi perusahaan untuk berekspansi adalah dengan mengakuisisi perusahaan lain, baik dalam ceruk pasar mereka atau sebagai cara untuk membuka cabang ke area baru.

Pertimbangkan contoh-contoh kehidupan nyata ini: Disney dan Pixar, Exxon dan Mobil, dan eBay dan PayPal. Semua akuisisi ini memiliki satu kesamaan – uang tunai. Tanpa uang tunai yang diperlukan, perusahaan-perusahaan ini tidak akan pernah bisa mengambil kesempatan sekali seumur hidup untuk membeli perusahaan yang berharga dengan harga yang wajar.

Jenis akuisisi seperti ini yang memberikan keajaiban untuk melahirkan potensi pertumbuhan perusahaan mana pun di dunia.

4. Dividen dan Pembelian Kembali Saham

Dua cara utama perusahaan publik memberi hadiah kepada pemegang sahamnya adalah melalui dividen dan pembelian kembali saham (DRIP).

Dividen adalah cara yang fantastis untuk mengembalikan uang ke kantong pemegang saham tanpa memaksa mereka menjual kepemilikannya.

Pembelian kembali saham adalah cara terbaik bagi manajemen untuk mengekspresikan kepercayaannya pada potensi pertumbuhan masa depan perusahaan dan, dalam beberapa situasi, dikarenakan pihak perusahaan merasa sahamnya diremehkan di pasar publik. Dengan melakukan rencana pembelian kembali saham, maka setiap saham yang tersisa akan menjadi lebih berharga.

Namun, dividen atau pembelian kembali saham tidak akan menjadi pilihan untuk perusahaan publik tanpa memiliki uang tunai.

5. Kelangsungan Hidup Selama Ekonomi Terburuk

Setiap perusahaan akan mengalami periode di mana segala sesuatu tidak berjalan dengan potensi penuh. Pertimbangkan resesi global yang memakan penjualan perusahaan.

Tanpa uang tunai, perusahaan itu akan dipaksa untuk secara drastis mengurangi operasi karyawannya dan bahkan mungkin harus menyatakan kebangkrutan untuk membayar pengeluaran tetapnya. Dengan uang tunai, perusahaan akan lebih fleksibel dan lebih mampu bertahan dari krisis.

6. Persiapan Darurat

Seperti halnya individu, bisnis menghadapi keadaan darurat di mana mereka harus segera membayar beban biaya tagihan. Ini termasuk beban biaya hukum dan biaya tak terduga yang terkait dengan bencana alam.

Karena beban biaya ini sering tidak dimasukkan ke dalam anggaran perusahaan, oleh karenanya bisnis harus memiliki akses ke uang tunai yang diperlukan jika situasi seperti itu muncul. Dana persiapan darurat ini pada dasarnya setara dengan dana darurat individu.

7. Memotong Biaya Transaksi

Usaha kecil perlu menjaga pengeluaran mereka serendah mungkin. Salah satu cara untuk melakukannya adalah dengan menghindari sistem transaksi elektronik termasuk layanan seperti transfer kawat dan PayPal, yang sering membebankan biaya berlebihan.

Tinggalkan komentar

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.